
Abian menoleh ke arah jam dinding yang terpampang di atas tembok ruang kantornya.
jarum jam yang pendek menunjuk ke arah angka satu dan yang panjang menunjuk ke arah angka dua belas, dan itu artinya jam makan siang sudah tiba.
Dengan bergegas Abian menghentikan pergerakan jari jemarinya yang sedari tadi menari-nari di atas tuts keyboard komputernya.
Abian kemudian bangkit dari tempat duduknya dan berjalan menuju ke luar ruang kantornya.
"Bi!! mau makan siang?" teriak Mala yang kedapatan Abian sedang melintas di depan ruang kantornya.
"Ya," jawab Abi sambil menghentikan langkahnya.
"Mmm .... aku ikut ya makan bareng," kata Mala sambil mengangkat kedua alisnya menatap Abian.
"Sorry Mala, aku sudah ada janji makan bareng siang ini," kata Abi menolak permintaan Mala.
"Oh, sama Reyna?" tebak Mala sedikit dongkol.
"Ya."
"Oke tak apa, aku bisa makan siang sendiri nanti," ucap Mala sambil mencebikkan bibirnya menahan kecewa.
"Oke," jawab Abian yang kemudian pergi meninggalkan Mala dan kembali berjalan menuju ke ruang kantor Reyna.
__ADS_1
"Hai Bi, kamu udah sampai," sapa Reyna yang baru saja keluar dari ruang kantornya.
"Iya Rey, ayo kita cari makan di luar," ujar Abian pada Reyna.
"Di luar? kenapa gak di kantin saja?" tanya Reyna keheranan sambil menatap Abian.
"Aku gak mau ada yang menganggu acara makan siang kita."
"Ah kamu ada-ada saja Bi, emang siapa yang mau mengganggu kita?" Reyna balik tanya dengan senyum geli.
"Ya....mungkin saja."
Reyna mengangkat kedua bahunya sambil menatap Abian.
Kemudian mereka berdua pun melangkah keluar gedung menuju ke area parkir mobil.
"D'cost," jawab Abian.
"Boleh," Reyna melemparkan senyuman nya menatap Abian yang sedang mengemudi.
Beberapa menit kemudian Abian membawa mobilnya masuk ke sebuah mall di mana terdapat counter D'cost di sana.
Abian menghentikan mobilnya di tempat parkir mall dan setelah itu mereka berdua pun keluar dari dalam mobil dan berjalan beriringan masuk ke dalam mall tersebut.
__ADS_1
Setiba di dalam D'cost Abian segera menggeser tempat duduk dan menyuruh Reyna untuk duduk di sana.
"Makasih Bi," ujar Reyna sambil tersenyum.
Abian menyunggingkan senyumnya dan kemudian dia pun duduk di kursi berhadapan dengan Reyna.
"Kamu mau pesan apa Rey?" tanya Abi sambil berdiri hendak menuju ke arah papan tempat berbagai macam menu yang terpajang di sana.
"Aku makan ayam lada hitam saja," ujar Reyna.
"Oke kalau gitu."
Kemudian Abian berjalan menuju ke papan tempat semua menu terpajang di sana.
"Silahkan mas, mau pilih menu yang mana?" tanya mbak pelayan yang sedang berdiri di samping papan menu tersebut.
"Saya ini saja mbak ayam lada hitam satu sama ikan fillet telur asin dan minumnya air mineral saja," kata Abian pada mbak pelayan.
"Baik, di tunggu ya," kata mbaknya sambil pergi ke dalam untuk mempersiapkan makanan dan minuman yang barusan di pesan Abi.
Kemudian Abian kembali lagi ke meja tempat di mana Reyna menunggunya tadi.
Abian melihat Reyna yang sedang fokus pada gawai pipih nya yang berwarna khaki tersebut sampai tidak memperhatikan kalau Abian sudah kembali.
__ADS_1
"Chatting an sama siapa Rey?" tanya Abian agak curiga.
"Eh, Abi ini loh pak Dewa chat aku tadi nanyain perihal meeting yang kapan hari itu," kata Reyna.