Dua Cinta Untuk Abian

Dua Cinta Untuk Abian
Bab. 27


__ADS_3

"Dewa, sepertinya dia sering banget deketin kamu akhir-akhir ini Rey," Abian menatap Reyna dengan pandangan cemburu.


"Bi.....kita cuma membahas masalah pekerjaan itu saja gak lebih," timpal Reyna yang melihat muka Abian agak berubah.


"Iya, aku cuma ngingetin aja kalau dewa itu playboy," tutur Abi masih dengan muka khawatir nya.


"Iya, aku akan ingat selalu ucapan mu ini Bi, yuk kita makan gak usah bahas pak dewa lagi ya," Reyna memotong pembicaraan tentang pak Dewa.


"Ya, maaf aku tadi memang cemburu dan agak kesal, itu semua karena aku takut dan gak mau kehilangan kamu Rey," Abian menggenggam tangan Reyna dan menatapnya tajam.


"Ya, aku paham," ucap Reyna sambil membalas genggaman tangan Abian dan melemparkan senyumannya yang membuat hati Abian teduh dan tenang.


Kemudian mereka berdua pun menyantap makan siang yang sudah di siapkan oleh pelayan D'cost tadi.


Tiba-tiba di tengah acara makan siang itu Reyna teringat kalau Abian mau menyampaikan sesuatu padanya tadi.


"Bi..., tadi pagi kamu bilang mau ngomongin sesuatu sama aku, apa itu Bi?" tanya Reyna.


Abian menghentikan makannya dan sesaat menatap Reyna agak lama.

__ADS_1


Reyna jadi salah tingkah melihat tatapan Abi padanya.


"Abi, kenapa menatapku seperti itu?" tanya Reyna sambil mengerutkan kedua alisnya.


"Mmm ... begini Rey, sebenarnya aku mempunyai niat akan mengajak kamu ke rumah dan akan memperkenalkan kamu dengan papa dan mama."


"Apa Bi, aku mau kamu perkenalkan dengan orang tuamu? gak salah dengar aku?" tanya Reyna tidak menyangka.


"Iya Rey, aku akan bawa kamu ke rumah dan akan aku perkenalkan pada papa mama," ujar Abian sambil menggenggam tangan Reyna.


"Benarkah Bi....?" Reyna masih tidak percaya sambil membolakan matanya, Reyna menatap Abian.


"Terimakasih Bi, mudah-mudahan saja papa dan mama kamu menyetujui hubungan kita," harap Reyna agak cemas.


"Pasti sayang, mereka pasti akan menyetujui hubungan kita ini," Abian meyakinkan Reyna sang kekasih.


"Mmm ... rencananya kapan Bi?" Reyna agak penasaran.


"Nanti malam," ucap Abian menatap Reyna.

__ADS_1


"Nanti malam!? yang benar saja Abi, aku masih belum siap," ucap Reyna dengan suara pelan dan kedua alis mengkerut tampak seperti gelisah dan takut.


"Reyna, sayang, aku gak mau menunggu lama aku mau kedua orangtuaku segera mengetahui hubungan kita berdua."


"Ya, aku tahu itu tapi.....aku masih takut Bi."


"Takut apa Rey?"


"Aku takut kalau nanti orang tuamu tidak merestui hubungan kita berdua," ucap Reyna, tampak guratan kesedihan yang terukir di wajah ayunya itu.


"Sayang, tatap mata aku dan aku pastikan seratus persen papa dan mama ku akan menyetujui hubungan kita berdua," Abi meyakinkan Reyna sekali lagi.


"Kamu yang tenang ya, semua akan baik-baik saja, percaya sama aku," Abi menyunggingkan senyuman nya pada Reyna dan hal itu membuat damai hati Reyna meski rasa khawatir masih bergelayut di pikiran nya saat ini.


"Ya, aku percaya sama kamu Bi."


"Kalau begitu kita lanjutkan makan nya dan setelah itu kita balik ke kantor lagi ya."


Reyna menganggukkan kepalanya dengan perlahan dan mulai menyendok makanan yang masih tersisa di piringnya tadi.

__ADS_1


__ADS_2