
"Iya, aku mulai ngantor hari ini," jawab Abian sambil menghentikan langkahnya.
"Bagaimana kondisi papa kamu?" tanya Dewa lagi pada Abian.
"Semakin membaik dan sudah pulih seperti sedia kala," ucap Abian.
Dewa mengangguk-anggukan kepalanya sambil berkata, " syukurlah kalau begitu,"ujar Dewa tersenyum pada Abi.
"Kamu mau ke mana Dewa?" tanya Abi menyelidik.
"Mmm ... mau ke ruangannya Reyna ada satu pekerjaan yang harus aku omongin ke dia."
"Oh," Abian menipiskan bibirnya sambil menatap Dewa.
"Oke Bi, aku masuk ke ruangan Reyna dulu ya," ucap Dewa sambil melangkah ke pintu ruangan Reyna.
Abian sekilas melihat ke arah Dewa yang sudah masuk ke dalam ruangan Reyna," Awas ya kalau sampai macam-macam sama Reyna," gumam Abi agak kesal melihat Dewa yang masuk ke ruangan kekasih nya itu.
"Pak Dewa, ada apa?"tanya Reyna kaget melihat tiba-tiba Dewa masuk ke dalam ruangannya.
"Mmm ... maaf Rey, aku butuh bantuan kamu untuk menemui pak Sandy dari CV. mandiri. bersama," ujar Dewa.
__ADS_1
"Kenapa harus saya pak?" tanya Reyna gak ngerti.
"Begini Rey, aku lagi gak mood untuk bertemu dengan pak Sandy, jadi....aku minta kamu tolong bilangkan aku lagi keluar," ujar Dewa pada Reyna.
"Tapi....pak," Reyna ragu.
"Gak apa-apa Rey," ujar Dewa yang melihat Reyna terkesan ragu melakukan apa yang dia minta.
"Baik pak," ucap Reyna meski dia enggan untuk melakukannya tapi karena ini perintah mau gak mau Reyna harus jalan juga.
"Dewa ngapain ya, ke ruangannya Reyna? jangan-jangan dia godain Reyna lagi," pikiran Abian mulai yang enggak-enggak terhadap Dewa.
Lalu Abian meraih ponselnya dan dengan segera dia memencet nomer Reyna untuk menelponnya.
"Iya Bi ada apa?" tanya Reyna setelah menerima telepon dari Abian.
"Tadi aku lihat Dewa masuk ke ruangan mu, ngapain dia?" tanya Abi penuh rasa curiga dan cemburu.
"Oh itu, tadi pak Dewa nyuruh aku untuk nemuin pak Sandy dari CV mandiri bersama soalnya pak Dewa lagi gak mood katanya mau nemuin pak Sandy."
"Emangnya kenapa dia gak mood?" tanya Abi lagi.
__ADS_1
"Aku juga gak tahu, tadi pak Dewa gak jelasin soal itu," kata Reyna.
"Hmm ... alasan aja mungkin dia pengen ke ruangan kamu Rey," Abi masih sewot.
"Bi.....," ucap Reyna pada Abi.
"Sekarang Dewa sudah keluar dari ruangan kamu?" tanya Abi lagi.
"Sudah Bi baru aja."
"Kalau Dewa macam-macam bilang ke aku ya," Abi mulai geram.
"Enggak Bi, tadi pak Dewa gak ngapa-ngapain aku," ucap Reyna.
"Ya udah kalau begitu," lalu Abi mengakhiri teleponnya pada Reyna.
Lalu Reyna berjalan keluar dari ruangannya dan menuju ke lobby tempat di mana pak Sandy sudah menunggu di sana.
Reyna sudah sampai di lobby dan dia melihat ada seorang pria muda seumuran Abian berperawakan tinggi, badannya gak gemuk juga gak kurus dengan mengenakan stelan jas berwarna biru dia duduk di sofa lobby tersebut sambil fokus pada ponselnya.
Reyna berjalan mendekat ke arah pak Sandy lalu dia menyapa "Permisi, dengan pak Sandy?" sapa Reyna pada laki-laki itu sambil tersenyum ramah.
__ADS_1
Pak Sandy mendongakkan wajahnya dan menatap Reyna yang sudah berdiri di hadapannya.