
"Mmm ... Iya, memangnya kenapa?" Reyna balik tanya pada Beno.
"Gak apa-apa, pantesan kemana-mana kalian selalu berdua, apalagi kalau pas ada Abian kalian mesti bertiga gitu barengan?" tanya Beno lagi.
"Emang harus di jawab ya," ucap Reyna sambil menatap Beno.
Beno mengerucutkan bibirnya sambil menatap Reyna juga dan tiba-tiba pintu ruang kantor Reyna ada yang membukanya dan ternyata Abian yang membukanya.
Kemudian Abian berjalan masuk ke dalam dan Abian sangat terkejut sekali ketika melihat ada Beno di sana.
"Ngapain kamu di sini!?" tanya Abian dengan pandangan tidak suka pada Beno.
"Ngapain? Ya urusan aku dong," ucap Beno seperti mencibir pada Abi.
"Kalau urusan kamu sudah selesai silahkan pergi karena aku juga ada urusan dengan Reyna," kata Abi dengan ketus pada Beno.
Beno mengerutkan kedua alisnya sambil menatap pada Abian " Aku heran ya sama kamu, tiap kali aku deketin Reyna kamu seperti yang gak suka gitu, emang kamu apanya Reyna sih?" ujar Beno pada Abian.
"Aku gak mau Reyna dekat-dekat dengan orang seperti kamu," ucap Abian.
__ADS_1
"Suka-suka Reyna dong, buktinya dia juga welcome sama aku di sini," kata Beno sambil mencibirkan bibirnya.
"Sudah sana pergi!!" Abian mendorong tubuh Beno keluar ruangan Reyna.
Kemudian Beno pun keluar dari ruang kantornya Reyna sambil bersungut-sungut.
"Ngapain dia masuk ke ruangan kamu Rey?" tanya Abi setelah Beno pergi.
"Aku juga gak tahu Bi, tiba-tiba Beno masuk ke dalam ruangan aku," ucap Reyna pada Abi.
"Lain kali kalau dia menemui kamu gak usah di ladenin Rey," ucap Abian.
Reyna menatap Abian sesaat lalu dia bertanya padanya " Kamu ke sini ada apa Bi?" tanya Reyna pada Abi.
"Gak ada Rey, aku cuma pingin lihat kamu aja," ucap Abian sambil tersenyum.
"Abi....,kamu ini ada-ada saja," Reyna meninju lengan Abi sambil tersipu.
"Oh ya Rey, nanti di mobil kamu yang duduk depan aja ya," pinta Abi pada Reyna karena beberapa hari terakhir ini sejak Beno ngantor di tempat kerja mereka tiap berangkat dan pulang kerja Abi harus membawa Mala juga naik mobilnya dan Mala duduknya di depan di samping dirinya untuk mengelabui Beno maksudnya.
__ADS_1
"Tapi Bi...nanti Beno curiga kalau aku yang duduk di depan," kata Reyna pada Abian.
"Perduli setan dengan si Beno," ucap Abian dengan kesal.
"Bi...aku duduk di belakang aja ya seperti biasanya," ucap Reyna.
"Rey, kamu kan pacar aku," ujar Abian menatap Reyna.
"Iya, tapi kan ini cuma untuk mengelabui Beno saja kan Bi?"
"Tapi aku gak mau seperti ini terus Rey, hidup aku jadi di setir sama Mala," ujar Abi kesal.
"Iya aku tahu, ini kan untuk membalas budi Mala."
"Iya aku tahu semua karena balas budi tapi akhirnya yang tersiksa kan aku dan kamu, harusnya kita bebas berdua malah kita jadi gak bisa ngapa-ngapain karena drama konyol ini kan Rey," Abi menatap tajam ke arah Reyna.
"Iya kamu yang sabar ya Bi semoga ada jalan lain supaya kita tidak main drama seperti ini."
"Ya aku juga berharap begitu, tapi cara apa Rey...?" tanya Abi pada Reyna.
__ADS_1
"Kita sama-sama berdoa semoga ada jalan untuk menyelesaikan masalah ini ya," ujar Reyna sambil memegang lengan Abian.