Dua Cinta Untuk Abian

Dua Cinta Untuk Abian
Bab. 67


__ADS_3

"Begini saja Bi, kamu ajak Reyna kesini juga," ucap Bu Dewi memberi solusi pada Abian.


"Iya ma, tadinya aku memang begitu rencananya," timpal Abian.


"Ya sudah Bi, terserah kamu saja bagaimana caranya yang penting kamu dan Reyna tidak ada yang salah faham," tukas pak yuda.


"Iya pa," jawab Abi.


Kemudian mereka bertiga pun melanjutkan sarapannya, Abian yang selesai terlebih dahulu langsung berpamitan pada papa dan mamanya.


"Ma, pa aku berangkat dulu ya," pamit Abian sambil mencium tangan Bu Dewi dan pak Yuda.


"Hati-hati Bi," pesan Bu Dewi pada putranya itu.


"Iya ma," jawab Abian yang kemudian berjalan menuju ke garasi mobil dan setelah itu dia masuk ke dalam mobilnya dan tak lama pun Abian menjalankan mobilnya menuju ke kantornya.


Tepat pukul tujuh lewat tiga puluh menit, Abian sudah tiba di halaman kantornya lalu ia bergegas masuk dan melewati ruangan demi ruangan menuju ke ruang kantornya.


Abian menghentikan langkahnya sejenak ketika dia lewat persis di depan ruang kantor Reyna, lalu dengan perlahan Abian mengetuk pintu itu dan terdengar suara Reyna dari dalam mempersilahkan masuk.

__ADS_1


Abian membuka daun pintu itu, lalu dia masuk ke dalam ruang kantor Reyna.


"Abi...! kamu sudah ngantor hari ini...!"pekik Reyna kegirangan melihat Abian masuk dan tersenyum padanya.


"Iya Rey, hari ini aku sudah mulai ngantor lagi," ucap Abi sambil berjalan mendekat ke arah meja kerja Reyna.


"Bagaimana keadaan papa kamu?" tanya Reyna setelah Abi duduk di depannya.


"Papa sudah semakin membaik dan sudah pulih seperti sedia kala," ujar Abian.


"Syukurlah," ucap Reyna.


"Mmm ... iya aku ikut, kamu sudah bilang ke Mala kalau papa kamu ingin bertemu dengannya?" tanya Reyna pada Abi.


"Belum," jawab Abi.


"Kok belum sih," Reyna mengerutkan keningnya menatap Abian.


"Iya nanti aku bilang ke Mala," ucap Abian agak kesal.

__ADS_1


"Abi....gak boleh kesal gitu dong, kan nanti bareng aku juga ke sananya," ucap Reyna ketika melihat raut wajah Abian yang tampak berubah tiba-tiba jadi di tekuk.


"Siapa yang gak kesal coba, aku kesini yang kamu omongin malah Mala," gerutu Abian mengerutkan kedua alisnya.


"Iya maaf aku cuma ngingetin kamu Bi, takut kamu lupa nanti," ujar Reyna sambil memegang lengan Abian yang ada di atas meja kerja Reyna.


"Ya udah gak usah bahas Mala lagi, nanti juga aku akan kasih tahu ke dia kalau aku mau ngajak ke rumah karena papa mau ketemu dengan dia," ujar Abian masih dengan mengerucutkan bibirnya berkata pada Reyna.


"Iya janji gak akan bahas Mala lagi," kata Reyna sambil tersenyum berharap Abi tidak kesal lagi padanya.


"Ya udah kalau begitu aku balik ke ruanganku dulu," kata Abi sambil beranjak dari tempat duduknya.


"Bi..., jangan marah lagi ya," ucap Reyna sedikit menggoda Abian.


"Iya," jawab Abi sambil melangkah pergi keluar dari ruangan Reyna.


"Abi,Abi....percaya deh kalau kamu itu sayang banget sama aku, sampai-sampai kamu gak mau kalau aku bahas soal Mala," Reyna bermonolog sambil tersenyum menatap kepergian Abian dari ruang kantornya.


Di luar ruangan Reyna terlihat Dewa yang sedang berjalan sepertinya mau ke arah ruangan Reyna.

__ADS_1


"Hai Bi! kamu sudah ngantor hari ini?" tanya Dewa pada Abian.


__ADS_2