
"Mau tahu gak siapa wanita itu?" kelakar Abi lagi.
"Siapa?" Reyna bertanya lagi.
"Wanita itu sekarang sedang duduk di samping aku."
"Maksudnya....aku!" pekik Reyna sambil menatap Abian.
"Iyalah sayang, siapa lagi wanita yang aku banggakan kalau bukan dirimu, wanita yang baik,lembut dan cantik pacar aku yang ku sayang," ucap Abian sambil tersenyum menatap wanitanya itu.
Lagi-lagi Reyna tersipu malu karena candaan Abian dan akhirnya mereka pun tersenyum bersama dan tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul sembilan malam ini.
Abian sudah menyelesaikan makannya dan langsung meneguk kopi susu yang masih hangat yang di belikan Reyna tadi.
Reyna melihat ke arah jam tangan nya yang sudah menunjukkan pukul sembilan kurang seperempat malam ini.
"Bi, sudah malam aku pamit pulang dulu ya," ujar Reyna pada Abian.
Abian melihat ke arah jam tangannya yang juga menunjukkan angka sembilan.
"Ya, aku antar kamu ya," kata Abian.
__ADS_1
"Gak usah Bi, aku naik taksi saja kamu di sini saja nemani Tante Dewi jaga papa kamu," ucap Reyna menolak.
"Sayang, ini sudah malam aku gak mau kamu kenapa-kenapa nanti," Abi mengerutkan kedua alisnya menatap Reyna.
"Tapi Bi...aku gak enak sama Tante Dewi...," ujar Reyna.
"Mama gak apa-apa kok Rey, nanti aku yang bilang kalau begitu ayo kita pamit sama mama dulu ya," lalu Abian bangkit dari duduknya begitu halnya juga dengan Reyna dan mereka berdua pun masuk ke dalam kamar menemui Bu Dewi.
Di dalam kamar terlihat Bu Dewi yang sedang membereskan bungkus nasi Padang bekas makannya tadi.
"Ma," panggil Abian.
Bi Dewi menoleh pada Abian dan Reyna yang sudah berdiri di depannya.
"Mmm ... aku mau ngantarkan Reyna pulang dulu, soalnya ini sudah malam tadinya Reyna mau naik taksi katanya, tapi aku gak bolehin soalnya ini sudah malam aku takut kenapa-napa nantinya," tutur Abian pada mamanya.
"Iya kamu anterin saja Reyna dulu," ucap Bu Dewi mengijinkan.
"Mama gak apa-apa kalau aku tinggal sendiri di sini?" tanya Abi lagi.
"Gak apa-apa Bi, kamu kan cuma sebentar cuma ngantarkan Reyna saja kan?"
__ADS_1
"Iya ma."
"Iya udah kamu berangkat antarkan Reyna dulu."
Lalu Reyna mendekat ke arah Bu Dewi sambil berkata pada Bu Dewi.
"Tante, Reyna pamit pulang dulu dan semoga om Yuda segera di beri kesembuhan," tutur Reyna sambil menyalami tangan kanan Bu Dewi.
"Makasih ya Rey, dan makasih juga tadi sudah belikan nasi Padang untuk Abi dan Tante," kata Bu Dewi sambil mengulas senyumnya pada Reyna.
"Iya Tante, sama-sama kalau begitu Reyna pamit ya Tante," ucap Reyna lagi.
"Iya, kalian hati-hati di jalan ya," pesan Bu Dewi pada Abi dan Reyna.
"Iya ma," ucap Abian sambil menggandeng tangan Reyna keluar dari kamar tempat papanya di rawat.
Kemudian Abian dan Reyna menyusuri koridor demi koridor rumah sakit yang sudah sepi hanya satu dua orang saja yang tampak lalu lalang di koridor tersebut.
Akhirnya Reyna dan Abian pun sampai di parkiran mobil rumah sakit.
Dengan segera Abian membukakan pintu depan mobil untuk Reyna.
__ADS_1
"Makasih Bi," ucap Reyna sambil tersenyum dan masuk ke dalam mobil.
Lalu Abian pun masuk ke dalam mobil juga dan duduk bersebelahan dengan Reyna dan tak berapa lama mobil Abian pun melaju pergi meninggalkan rumah sakit menuju ke rumah Reyna.