Dua Cinta Untuk Abian

Dua Cinta Untuk Abian
Bab. 88


__ADS_3

Pagi ini Dewa mengumpulkan semua staff kantor untuk memberikan pengumuman soal pengangkatan Abian menjadi kepala bagian operasional dua dan penerimaan Beno sebagai karyawan baru di bagian supervisor area.


Reyna yang duduk bersebelahan dengan Abian jadi bertanya-tanya sendiri karena tiba-tiba Dewa mengumpulkan Mereka semua pagi ini di ruang meeting.


"Sebenarnya pak Dewa mau meeting soal apa ya kok mendadak banget dan lagi gak biasanya pak Dewa gak info dulu ke aku kalau hari ini ada meeting," Reyna bermonolog sambil melihat ke arah papan meeting yang terpampang di depan.


Semua staff kantor sudah berkumpul di ruang meeting tersebut dan tinggal menunggu kedatangan Dewa yang akan memimpin jalannya pertemuan tersebut.


Dan tak berapa lama mereka menunggu akhirnya Dewa datang juga tapi kali ini Dewa tidak sendirian dia berjalan masuk ke dalam ruangan itu bersama seorang laki-laki yang seumuran dengannya dengan mengenakan pakaian rapi berwarna biru tua di padu padan kan dengan celananya yang berwarna hitam dengan sepatu hitam juga yang kelihatan masih licin dengan rambut model cepak, laki-laki itu berjalan beriringan dengan Dewa memasuki ruangan meeting tersebut.


Mala melihat ke arah Dewa yang masuk bersama seorang laki-laki ke dalam ruang meeting tersebut tiba-tiba saja Mala membolakan matanya dengan sangat sempurna sekali dengan iringan irama detak jantungnya yang naik turun "Beno!" pekik Mala hampir menumpahkan kedua bola netranya keluar saking kagetnya melihat Beno yang berjalan masuk bersama Dewa.

__ADS_1


Begitu juga dengan Abian dan Reyna, mereka juga tak kalah kagetnya dengan Mala ketika melihat Beno masuk bareng Dewa.


"Ngapain Beno bareng Dewa ikut acara meeting ini juga?" batin Abi bertanya-tanya dalam hatinya.


"Beno? kenapa pak Dewa membawa Beno masuk ke dalam ruang meeting ini?" Reyna juga punya pertanyaan yang sama dengan Abian setelah melihat kehadiran Beno di ruang meeting itu.


Mata Abian,Reyna dan Mala fokus menatap tak berkedip ke arah Beno dan Dewa yang terus berjalan menuju ke depan, ketiga orang itu sedang berkecamuk dengan satu pertanyaan yang sama.


Dewa dan Beno sudah berdiri di depan seluruh staff kantor yang sudah hadir sejak awal di ruangan meeting tersebut.


"Selamat pagi semua," Ucap Dewa memberikan sambutan pada semua staff yang sudah hadir di ruang meeting itu.

__ADS_1


"Pagi....." jawab mereka semua yang hadir di sana.


"Baiklah, langsung saja pada pokok pembicaraan, hari ini saya membawa seseorang untuk saya perkenalkan pada kalian sekaligus juga mengumumkan tentang pengangkatan saudara Abian menjadi kepala bagian operasional dua," ucap Dewa sambil tersenyum pada Abian.


"Abi," pekik Reyna sambil menoleh pada Abian dengan mata berbinar.


Abian juga menoleh pada Reyna dengan tersenyum, Abi bahagia mendengar berita pengangkatan dirinya menjadi kepala bagian operasional dua tapi di sisi lain Abi juga bertanya-tanya tentang Beno yang ada di tempat itu juga "Apa hubungannya Beno dengan pengangkatan ku ya?" Abi bermonolog.


Kemudian Dewa mulai berbicara lagi dan membuat suasana jadi hening seketika setelah tadi sempat terdengar bunyi bisik-bisik di antara semua orang yang hadir di ruang meeting tersebut.


"Teman-teman sekalian mulai hari ini Abian telah di angkat menjadi kepala bagian operasional dua," ujar Dewa sambil tersenyum dan menatap Abian.

__ADS_1


__ADS_2