
"Aku harus bagaimana ini? Kalau aku tetap pinjamkan uang ke Abian Tante Vita akan menarik semua sahamnya di sini, bisa kacau perusahaan ku kalau gitu tapi kasihan Abian juga," Dewa jadi dilema memikirkan hal itu dan ia termangu sendiri di dalam ruang kantornya itu.
"Ayo Rey berangkat," ajak Abi pada Reyna.
"Ya," jawab Reyna yang kemudian bangkit dari duduknya.
Lalu Abi pamitan pada papa dan mamanya begitu juga dengan Reyna dia menyalami tangan kanan papa dan mama mertuanya itu.
Kemudian Abi dan Reyna segera bergegas berjalan menuju ke arah kantor mereka.
Dan tak berapa lama mereka pun tiba di kantor mereka, lalu Reyna dan Abi berjalan menuju ke ruangan mereka masing-masing.
"Bi, aku masuk dulu ya," ucap Reyna ketika mereka tiba di depan ruang kantor Reyna.
"Iya Rey," jawab Abi tersenyum.
Lalu Abi melanjutkan langkah kakinya menuju ke arah ruang kantornya yang tak jauh dari ruang kantor Reyna.
Setelah tiba di depan ruangannya, Abi mulai membuka pintu ruangan itu dan masuk ke dalam.
Tiba-tiba terdengar suara orang yang bertepuk tangan di dalam kantor Abi.
"Prok,prok ,prok!!"
__ADS_1
Abi terkejut melihat Mala yang sudah ada di dalam ruang kantornya itu.
"Ngapain kamu Mala masuk ke ruangan aku?" tanya Abi tidak suka melihat Mala yang main masuk seenaknya saja di ruangan nya itu.
"Kenapa? Kamu kaget?!" Mala tertawa terbahak.
"Mau apa kamu?" tanya Abi lagi.
"Abi...Abi, oh ya selamat ya atas pernikahan sembunyi-sembunyi kamu dengan Reyna," ujar Mala sambil berjalan mengitari Abi yang masih berdiri di tempatnya.
Abi mengerutkan kedua alisnya ia kesal melihat tingkah Mala.
"Kamu ada perlu apa sebenarnya Mala datang ke kantor aku tanpa permisi lagi?" ujar Abi kesal.
"Ya aku tahu dan aku akan melunasi nya juga hari ini," jawab Abi tegas.
Mala mencibir karena ia sudah tahu kalau Dewa pasti tidak akan jadi meminjamkan uang itu pada Abi.
"Oh ya!!!" Mala mencebikkan bibirnya seolah mengejek keyakinan Abi.
"Sekarang urusan mu sudah selesai dan silahkan keluar dari ruangan ku," ucap Abi pada Mala.
"Oke aku akan keluar," ucap Mala dengan senyum mengejek pada Abian.
__ADS_1
Abi terduduk di kursi kerjanya sepeninggal Mala barusan.
"Aku harus temui Dewa sekarang untuk menanyakan soal uang itu," gumam Abi.
Lalu dengan segera Abi bangkit dari duduknya dan berjalan keluar dari ruangan nya menuju ke arah ruangan Dewa.
Setelah tiba di depan ruangan Dewa dengan perlahan Abi mengetuk daun pintu itu.
"Tok tok tok!!"
Lalu terdengar jawaban dari dalam Dewa menyuruh masuk.
Abi memutar gagang pintu itu dan kemudian dia masuk kedalam ruang kantor Dewa.
Dewa sedikit kaget melihat Abi yang datang " Bi," ucap Dewa.
Lalu Abi mendekat kearah tempat duduk Dewa.
"Bagaimana Dewa, apa kamu bisa membantuku meminjami uang sebesar yang aku minta semalam?" tanya Abi pada Dewa.
Dewa diam sesaat menatap Abi, sebenarnya dia tidak tega untuk mengatakan ini semua.
Tapi dia harus melakukan nya karena ancaman nya adalah perusahaan yang sedang dia pegang saat ini.
__ADS_1