
Dan reyna melihat ke sudut ruangan di mana tempat kursi sofa itu berada.
Dia melihat Abian sedang menyandarkan tubuhnya di kursi sofa itu sambil memejamkan matanya.
Perlahan Reyna mendekat ke arah Abi dan mengamati suaminya itu.
"Abi tidak sedang tidur," gumam Reyna.
Lalu dengan perlahan Reyna mengusap lengan Abi dan duduk di sebelahnya.
Abi terkejut dan seketika dia membuka matanya lalu melihat Reyna yang sudah duduk di sampingnya.
"Rey," ucap Abi sambil menghela nafas panjang.
"Bi...kamu kenapa?" tanya Reyna lebih lanjut.
Kembali Abi mendesah panjang sambil menatap Reyna dia berkata " Dewa tidak jadi memberi pinjaman uang itu padaku," ucapnya.
Reyna membelalakkan matanya pada Abi sambil berucap padanya " Tidak jadi, tapi kenapa Bi...?"
Abi diam sejenak lalu ia berkata lagi" Aku lupa kalau Dewa itu masih keponakannya mamanya Mala, jadi ceritanya Dewa di larang memberikan pinjaman uangnya padaku sama Bu Vita," ujar Abi menjelaskan pada Reyna.
Reyna tercekat tidak bisa berucap apa-apa dan kini mereka berdua menghadapi jalan buntu.
Mereka berdua terdiam seribu basa berkecamuk dengan perasaan masing-masing yang sedang kalut.
__ADS_1
Dan suasana hening itu tiba-tiba saja jadi buyar karena telepon Abi yang berdering.
Abi melihat ke arah ponselnya yang ia letakkan di atas meja sofa yang saat ini sedang di duduki nya.
"Mama," kata Abi pada Reyna.
"Angkat Bi," ucap Reyna.
Lalu Abi mengangkat telepon dari mamanya itu.
"Iya ma, ada apa?" tanya Abi setelah menerima panggilan telepon dari mamanya itu.
"Bi, papa kamu," ujar Bu Dewi sambil terisak.
"Papa! Papa kenapa ma..!?" tanya Abi lagi.
Abi berusaha untuk tetap tenang supaya bu Dewi tidak bertambah panik.
"Ma....mama sekarang yang tenang dulu ya....papa tidak akan kenapa-napa ma," Abi menenangkan mamanya.
"Tapi Bi...mama takut om Hendra ngapa-ngapain papa kamu," lagi-lagi Bu Dewi menangis.
"Iya Abi ngerti apa yang mama khawatir kan, sekarang mama yang tenang dulu ya, Abi akan temui om Hendra sekarang juga," ujar Abi.
"Kamu hati-hati ya Bi," pesan Bu Dewi pada Abi.
__ADS_1
"Iya ma," jawab Abi sambil menutup teleponnya.
"Bi, papa kenapa?" tanya Reyna dengan cemas.
"Papa di bawa om Hendra karena aku belum memberikan uang itu padanya," ucap Abi sambil mendengus dengan kesal.
"Terus bagaimana ini, kasihan papa Bi...." Reyna mengkhawatirkan keadaan papa mertuanya itu.
"Aku harus menemui om Hendra sekarang," ujar Abi sambil menatap Reyna.
"Aku ikut," kata Reyna.
"Ya."
Kemudian mereka berdua pun keluar dari ruang kantor Abian dan berjalan menuju ke arah basemen.
Lalu mereka berdua masuk ke dalam mobil dan tak lama kemudian Abi sudah menjalankan mobilnya menuju ke rumah Mala.
Setelah menempuh perjalanan beberapa menit akhirnya mereka sampai juga di rumah Mala.
Dengan bergegas Abi dan Reyna menuju ke arah teras rumah Mala dan dengan segera Abi dan Reyna masuk ke dalam rumah itu.
Pintu rumah itu sepertinya memang sengaja tidak di tutup.
"Om Hendra!! Om....," panggil Abi berkali-kali di ruang tamu itu.
__ADS_1
Mata Abi dan Reyna menyapu ke seluruh ruangan.