Dua Cinta Untuk Abian

Dua Cinta Untuk Abian
Bab. 25


__ADS_3

"Rey, nanti makan siang bareng ya, aku mau ngomong sesuatu," ujar Abian ketika Reyna mau turun dari mobilnya.


Reyna menarik kembali tangannya yang tadi berniat mau membuka pintu mobil, dengan tatapan heran Reyna bertanya pada Abian yang masih memegang kemudi mobilnya.


"Mau ngomong sesuatu? sepertinya ada yang serius Bi?" Reyna menatap Abian seolah menyelidik ke arah matanya.


"Iya," jawab Abi pendek.


Reyna makin penasaran dan ingin tahu, lalu Reyna berkata lagi pada Abi.


"Bi,ngomong sekarang aja aku penasaran ini," ujar Reyna sambil memegang lengan Abian.


"Enggak sayang, nanti saja aku mau ngasih surprise ke kamu," Abian tersenyum manis menatap Reyna.


"Mmm ... gitu ya, jadi memang benar-benar gak bisa di bicarakan saat ini ya," Reyna mengerucutkan bibirnya menatap Abian.


"Iya sayang," jawab Abian sambil mencubit hidung Reyna mesra.


Kemudian mereka pun turun dari mobil dan berjalan memasuki gedung kantor mereka.

__ADS_1


"Aku duluan Bi," ujar Reyna ketika mereka tiba di depan ruang kantor Reyna.


"Ya Rey, jangan lupa nanti siang makan bareng," Abian mengingatkan Reyna.


"Ya," ujar Reyna sambil menyunggingkan senyuman nya untuk sang kekasih.


Abian membalas senyuman Reyna kemudian Abian melangkahkan kakinya meninggalkan Reyna yang sudah masuk ke dalam ruang kantornya.


Sementara di rumah Abian terlihat Bu Dewi dan pak Yuda sedang berbincang-bincang di ruang tengah.


"Bagaimana keadaan papa, apa sudah mendingan?" tanya Bu Dewi pada pak Yuda yang tengah mengalami pusing kepala sedari semalam sehingga hari ini tidak berangkat ke kantor.


"Sudah agak mendingan ma, setelah minum obat sakit kepala," ujar pak Yuda pada istrinya.


"Iya ma, mungkin papa kecapekan karena pekerjaan di kantor."


"Papa jangan terlalu memforsir untuk pekerjaan, ingat usia pa....." kata Bu Dewi sambil mengelus pundak pak Yuda.


"Iya ma, oh ya ma, kelihatannya mama seneng banget dengan Mala teman kantornya Abi."

__ADS_1


"Iya pa, Mala itu anaknya baik, enak di ajak ngobrol terus kapan hari yang dia masak bareng mama di sini, meski Abi gak mau menemani dia ngobrol tapi Mala gak marah pa, Mala itu baik banget pokonya pa," puji Bu Dewi tentang Mala.


"Iya sih ma, tapi meskipun begitu mama juga gak boleh memaksa Abi untuk memacari Mala."


Bu Dewi mengerutkan kedua alisnya mendengar perkataan suaminya barusan.


"Memangnya kenapa pa, kalau aku menjodohkan Abian dan Mala kan gak ada salahnya toh Mala baik menurut sudut pandang mama," ucap Bu Dewi agak ketus.


"Bukan masalah baik dan gak baik ma, kita kan gak tahu Abi itu sudah punya pacar apa belum."


"Papa ini gimana sih, ya jelas Abi belum punya pacar makanya mama jodoh kan Abian dengan Mala pa....," tutur Bu Dewi dengan nada agak kesal.


"Darimana mama tahu kalau Abi belum punya pacar?" tanya pak Yuda lebih lanjut.


"Pa,selama ini papa pernah melihat gak kalau Abian pernah membawa teman wanita nya ke rumah dan memperkenalkan pada kita?" tanya Bu Dewi agak sewot.


Pak Yuda menggerakkan bola matanya ke kanan dan ke kiri seolah mau mengingat sesuatu.


"Ya.....belum pernah," ujar pak Yuda sambil mengangkat kedua bahunya.

__ADS_1


"Nah!! itu tandanya selama ini Abi belum punya pacar," tegas suara Bu Dewi seperti mendapatkan pembenaran atas dugaannya.


Pak Yuda terdiam sesaat dan seperti sedang memikirkan sesuatu.


__ADS_2