Dua Cinta Untuk Abian

Dua Cinta Untuk Abian
Bab. 113


__ADS_3

"Bagaimana ini pa?" tanya Bu Dewi panik.


"Tenang ma, kita harus hadapi ini dengan tenang supaya kita bisa berpikir dengan jernih," ucap pak Yuda pada istrinya.


Pak Yuda melihat Abian dan Reyna lalu dia berkata pada mereka berdua.


"Kalian di sini saja ya, papa yang akan keluar menemui om Hendra," ujar pak Yuda.


"Aku ikut pa," pinta Abi.


"Jangan Bi, kamu disini saja bersama Reyna."


"Tapi pa....," Abi memaksa.


"Sudah papa saja yang keluar kamu di sini saja,"lalu pak Yuda dan Bu Dewi berjalan menuju ke ruang tamu menemui pak Hendra.


Di ruang tamu terlihat pak Hendra dan Bu Vita sudah duduk di sana.


"Sudah tadi Ndra?" pak Yuda berbasa-basi pada pak Hendra.

__ADS_1


Kemudian pak Yuda dan Bu Dewi duduk di depan pak Hendra dan istrinya.


"Gak aku baru saja nyampek," kata pak Hendra sambil menipiskan bibirnya.


"Oh begitu," timpal pak Yuda sambil tersenyum memaksa.


"Oh ya Yuda, aku kesini mau menanyakan perihal pernikahan Abi dan Mala, bagaimana Yuda?" tanya pak Hendra.


Pak Yuda terdiam sesaat sambil menghela nafasnya perlahan.


" Mmm ... sebelumnya aku minta maaf sama kamu Ndra, masalahnya Abian sudah menikah dengan Reyna," ucap pak Yuda.


"Iya, Abian sudah menikah dengan pacar yang ia cintai selama ini," tutur pak Yuda.


"Kamu sengaja lakukan ini kan Yuda, supaya anakmu tidak bisa menikah dengan Mala anakku," ujar pak Hendra dengan wajah penuh amarah.


"Enggak Ndra, Abi dan Reyna memang sudah punya rencana untuk menikah dalam waktu dekat ini," pak Yuda berkelit dari tuduhan pak Hendra.


"Bohong kamu Yuda!!" nada suara pak Hendra mulai meninggi sampai terdengar ke dalam oleh Abi dan Reyna.

__ADS_1


Abi merasa kasihan pada papanya, lalu dengan refleks Abi beranjak dari tempat duduknya.


Reyna tercengang melihat hal itu dan jantungnya berdetak dengan kencang ia tak bisa membayangkan apa yang akan terjadi sebentar lagi.


Lalu Abi berjalan menuju ke ruang tamu menemui pak Hendra dan papanya yang sedang berdebat.


"Iya om, aku memang sengaja menikah dulu karena aku gak mau menikah dengan Mala anak om," kata Abi tiba-tiba mengejutkan pak Hendra dan pak Yuda beserta Bu Dewi dan Bu Vita.


Suasana hening sesaat, mata pak Hendra dan Bu Vita langsung tertuju pada Abian yang berdiri tak jauh dari tempat mereka duduk.


" Kamu benar-benar anak yang gak tahu diri Abi!!" teriak pak Hendra dengan kesal sambil menunjuk Abian dan menatapnya dengan tajam.


"Di mana perasaan kamu hah!! anakku Mala sudah berkorban besar dengan mendonorkan darahnya untuk keselamatan papa kamu dan kamu sekarang malah membalasnya seperti ini, di mana perasaan kamu sebagai laki-laki hah....!!" pak Hendra meninggikan suaranya.


Abi hanya terdiam mendengar perkataan pak Hendra barusan dia tetap berdiri tegak di tempatnya.


Sejenak kemudian Abi menatap pak Hendra yang masih dengan wajah penuh amarah.


"Maafkan aku om, ini soal hati yang tidak bisa di paksakan dan aku tidak mencintai anak om karena aku sudah punya kekasih," ujar Abi.

__ADS_1


"Iya aku tahu kamu sudah punya pacar!! Tapi ini pernikahan kamu dan Mala kan cuma sementara saja, apa susahnya dan lagi aku minta bantuan pada kalian sekali ini saja!"


__ADS_2