
"Mmm ... ya kamu bilang aja ke Mala kalau papa kamu ingin bertemu dengannya," ucap Reyna pada Abian.
"Tapi Rey.....," Abian menatap Reyna.
"Aku tahu Bi, kamu merasa gak enak kan sama aku, Bi... aku gak apa-apa kok," ujar Reyna sambil menyunggingkan senyumnya pada Abian.
"Mmm ... begini saja, kamu juga ikut kalau aku pas ajak Mala ke rumah ya."
"Bi, papa kamu kan mau ketemu dengan Mala bukan dengan aku," kata Reyna mengangkat kedua alisnya menatap Abian.
"Iya aku tahu, tapi aku mau kamu ikut juga," tegas Abi pada Reyna.
Reyna tidak bisa menolak permintaan Abi dan kalau sudah begitu dia pun harus menuruti Abi daripada nanti berantem.
"Iya udah aku ikut,"ucap Reyna akhirnya.
"Nah gitu dong," Abian tersenyum lega mendengar perkataan Reyna.
"Bi, aku berangkat ke kantor dulu ya," pamit Reyna kemudian pada Abian.
"Aku antar ya," ucap Abi.
"Gak usah Bi, kamu kan harus ngurusin administrasi papa kamu nanti," ucap Reyna menolak permintaan Abian.
__ADS_1
"Tapi aku mau nganterin kamu Rey," Abi memaksa.
"Bi, lebih penting urusan papa kamu dari pada aku, jadi... kamu harus mendahulukan papa kamu dulu ya," Reyna menatap Abian penuh harap.
"Ya udah kalau begitu, tapi kamu gak apa-apa kan berangkat ke kantor sendiri," Abi masih mengkhawatirkan Reyna.
Reyna tersenyum menatap Abian yang selalu mengkhawatirkan dirinya itu " Aku gak apa-apa Abi...," ujar Reyna.
"Ya udah kamu hati-hati ya," pesan Abi pada Reyna sebelum Reyna berangkat ke kantor.
"Kalau begitu aku berangkat ya," pamit Reyna kemudian pada Abi.
Abi menganggukkan kepalanya sambil tersenyum pada Reyna, dan Reyna pun berjalan menyusuri koridor demi koridor rumah sakit yang selalu di kunjungi nya itu.
"Darimana kamu Bi?" tanya Bu Dewi ketika melihat Abian masuk.
"Dari depan kamar ma," ucap Abian.
"Ngapain?" tanya Bu Dewi lagi.
"Nemuin Reyna ma, jadi ceritanya Reyna tadi kesini dan membawakan makanan untuk aku dan mama sarapan pagi ini," tutur Abi pada Bu Dewi , mamanya.
"Reyna, dia perhatian banget sama kamu dan mama Bi, sepagi ini dia sudah nganterin sarapan buat kamu dan mama," ujar Bu Dewi.
__ADS_1
"Iya ma, ini ma makan dulu," Abi memberikan paper bag itu pada Bu Dewi.
Kemudian Bu Dewi membuka paper bag tesebut dan mengeluarkan rantang makanan dari dalam paper bag itu.
"Hmmm ... ini rendang kesukaan kamu Bi, baunya harum sekali," ucap Bu Dewi sambil mengendus salah satu rantang yang berisi rendang.
Abi mendekat ke arah Bu Dewi dan melihat ke arah rantang yang berisi rendang kesukaannya.
Bu Dewi mulai mencicipi rendang tersebut dan selanjutnya dia makan.
"Hmm enak Bi rendangnya, ini Reyna yang masak sendiri Bi?" tanya Bu Dewi sambil mengunyah makanannya.
"Abi juga gak tahu sih ma, tapi sepertinya Reyna pernah cerita kalau bik Sum pernah ngajarin bikin rendang," ujar Abi pada mamanya.
"Mmm ... bisa jadi ini Reyna yang masak ya Bi," ucap Bu Dewi lagi.
"Ya bisa jadi ma."
"Reyna kemana sekarang kok mama gak ngeliat Reyna dari tadi."
"Reyna sudah pulang ma," ucap Abian.
"Loh kok sudah pulang?"
__ADS_1
"Iya ma, Reyna mau berangkat ke kantor tadi," kata Abian.