
"Jangan gila kamu Hendra!!" ucap pak Yuda sambil menatap ke arah pak Hendra.
"Oh tidak Yuda, aku tidak gila dan aku masih waras, dan perlu kamu tahu Yuda di dunia ini tidak ada yang gratis !!! begitu juga dengan bantuan yang sudah aku berikan pada kamu!! semua aku hitung dengan uang termasuk donor darah yang sudah di berikan oleh Mala pada kamu dan....jika aku total semua dengan donor darahnya hutang kamu jadi 500jt!!!!" ujar pak Hendra mencibirkan bibirnya menatap Yuda.
"Keterlaluan kamu Hendra!" pekik pak Yuda mendengar angka yang fantastis itu.
"Ya, aku memang keterlaluan karena apa!!!? karena kamu dan anak kamu juga sudah keterlaluan padaku, di saat aku butuh bantuan kalian ternyata kalian tidak mau membantu sedikit pun kesulitan yang anakku alami tapi di saat kamu butuh bantuan aku, dengan sukarela aku membantumu Yuda!!!" teriak pak Hendra dengan kencang membuat semua orang yang ada di ruangan itu jadi bergidik takut.
Dan begitu juga dengan Reyna yang masih mengintip peristiwa itu dari ruang tengah juga ketakutan melihat kemarahan pak Hendra papanya Mala itu.
"Aku kasih waktu satu kali dua puluh empat jam dan besok kamu sudah harus memberikan uang sebesar 500jt itu padaku, tapi kalau besok kamu masih tidak bisa memberikan uang itu aku akan penjarakan kamu Yuda !!! camkan itu!!! ini bukan hanya gertakan saja kalau aku sudah marah dan berkata seperti itu semua pasti akan terlaksana camkan itu!!!" ancam pak Hendra pada keluarga pak Yuda.
Pak Yuda, Bu Dewi dan Abian diam seribu basa mereka tidak berkata apapun mendengar ancaman dari pak Hendra.
__ADS_1
"Ayo ma, kita pulang, gak ada gunanya kita di sini," ajak pak Hendra pada istrinya.
Lalu pak Hendra dan Bu Vita pergi begitu saja meninggalkan ruang tamu itu tanpa pamitan dan terlihat jelas juga kalau Bu Vita mamanya Mala juga sangat marah dengan kejadian ini.
Setelah kepergian pak Hendra dan istrinya terlihat pak Yuda terduduk dengan lemas di kursi ruang tamu itu.
Tatapan pak Yuda kosong pikirannya menerawang pada perkataan pak Hendra tadi.
Bu Dewi seperti nya mengerti apa yang sedang di rasakan oleh suaminya saat ini.
Lalu dengan perlahan Bu Dewi duduk di samping pak Yuda sambil mengusap-usap pundaknya.
"Pa....papa yang tenang ya .....," ujar Bu Dewi pada pak Yuda.
__ADS_1
Pak Yuda menoleh pada istrinya dan menatapnya sesaat lalu berkata padanya " Bagaimana aku bisa tenang ma....Hendra minta kita harus membayar lima ratus juta ma.....," ujar pak Yuda sambil mengerutkan keningnya.
"Iya pa," jawab Bu Dewi sambil terus mengusap-usap pundak pak Yuda.
Abian yang masih berada di situ jadi terdiam tidak bisa berkata apa-apa.
Abi hanya bisa memandangi papa dan mamanya yang sedang kalut.
"Aku harus bagaimana ini....uangku hanya ada seratus juta di rekening lalu sisanya aku cari ke mana ....," batin Abi.
Reyna yang masih menyaksikan kejadian itu dari ruang tengah jadi tidak tega melihat papa dan mama mertuanya seperti itu.
"Ya Tuhan.....aku harus bagaimana....aku tidak mau melihat keluarga suamiku jadi menderita begini....," Reyna berkata lirih.
__ADS_1