Dua Cinta Untuk Abian

Dua Cinta Untuk Abian
Bab. 6


__ADS_3

Malam ini Abian tidak bisa tidur ia terus kepikiran pada Reyna, Abian bingung ia ingin menelpon Reyna malam ini tapi ia takut mengganggu istirahatnya, tapi kalau tidak telpon Abian mengkhawatirkan keadaan Reyna.


Lalu dengan perlahan Abian meraih ponselnya yang ia letakkan di atas tempat tidur di samping dirinya yang sedang rebahan.


Abian mulai memencet nomer Reyna dan beberapa detik kemudian ponsel itu sudah di angkat oleh Reyna.


"Iya Bi.....," ucap Reyna dengan suara yang masih lemah.


"Kamu....sudah baikan Rey?" tanya Abian.


"Iya, udah agak mendingan ini setelah aku minum obat sakit kepala tadi."


"Syukurlah kalau kamu sudah baikan, awas ya Rey jangan sampai telat makan lagi," kata Abian dengan tegas pada Reyna.


"Iya Bi.....,udah ya aku mau makan dulu."


"Iya, besok pagi aku jemput kamu ya Rey?"


"Gak usah Bi.... aku naik taxi saja seperti biasanya," Reyna menolak ajakan Abian dengan halus.


"Gak Rey, aku mau kita berangkat kerja bareng besok, pokoknya besok aku jemput kamu," ujar Abian setengah memaksa pada Reyna.

__ADS_1


"Hmmmmmm .....iya iya," jawab Reyna tak mampu menolak lagi ajakan Abian.


"Nah gitu, ya udah selamat malam ya Rey semoga mimpi indah dan jangan lupa hadirkan aku di mimpimu."


Reyna tersenyum tersipu mendengar perkataan Abian di ponselnya, lalu Reyna menutup ponselnya dengan hati yang berbunga-bunga.


Pagi ini seperti biasa setelah makan pagi bersama papa dan mamanya, Abian segera bergegas hendak berangkat ke kantor.


"Ma, Abian berangkat dulu ya," pamit Abian pada mamanya sambil mencium tangan mamanya.


"Iya Bi, kamu hati-hati di jalan ya," ujar Bu Dewi pada Abian.


"Ya ma."


Sesampai di rumah Reyna, Abi pun segera keluar dari mobilnya dan berjalan menuju ke arah pintu rumah yang masih tertutup dengan perlahan Abian memencet bel rumah itu.


Beberapa menit kemudian bibik datang dan membukakan pintu buat Abian.


"Eh....mas Abi, mari masuk mas," ujar bibik mempersilahkan Abian untuk masuk ke dalam rumah.


Abian tersenyum pada bibik lalu mengikuti bibik masuk ke dalam rumahnya.

__ADS_1


"Mas Abi mau minum apa nanti bibik akan buatkan sembari menunggu non Reyna."


"Terserah bibik saja yang penting saya tidak merepotkan bibik," kata Abian.


"Enggak kok mas Abian gak pernah merepotkan bibik, malah bibik senang kalau mas Abian sering ke sini soalnya kan ada orang yang bisa menjaga dan mengawasi non Reyna," ujar bibik senang.


"Iya Bik," kata Abian dengan tersenyum merasa bibik sudah membanggakan dirinya.


"Sebentar ya mas Abi, bibik mau ke dapur dulu, mas Abi bibik buatkan teh hangat saja ya."


"Iya Bik, terimakasih."


Kemudian bibik pergi meninggalkan Abian sendiri duduk di ruang tamu.


"Bi, kamu sudah tadi datangnya?" tiba-tiba sebuah suara yang sudah tidak asing lagi baginya itu mengejutkan dirinya.


Abian menoleh pada Reyna yang sudah berdiri di sampingnya dengan mengenakan setelan celana warna cream di padu dengan blazer warna coklat tua.


"Iya Rey," jawab Abian sambil menatap Reyna.


"Hmmmm....kenapa gak kasih kabar kalau sudah datang dari tadi....," uang Reyna sambil mengerucutkan bibirnya.

__ADS_1


"Gak apa-apa Rey, aku gak mau mengganggu kamu karena pastinya kamu masih berdandan kan....," seloroh Abian pada Reyna.


"Kamu bisa aja Bi," ucap Reyna sambil menimpuk lengan Abian dengan mesra.


__ADS_2