
Lalu Reyna masuk ke dalam kamarnya dan mulai membersihkan dirinya di kamar mandi.
Setelah selesai mandi Reyna kembali keluar dari kamarnya untuk menemani Bu Dewi agar tidak terlalu banyak pikiran memikirkan papa mertuanya yang sedang di sekap oleh pak Hendra.
Reyna berjalan menuju ke ruang tengah mendekati Bu Dewi yang terlihat sedang melamun.
"Ma, mama aku buatin teh ya," ucap Reyna ketika sudah berada di depan Bu Dewi.
"Gak usah Rey, mama gak mau apa-apa saat ini,"kata Bu Dewi menolak.
Reyna lebih mendekat ke arah Bu Dewi dan kemudian dia duduk di samping mama mertuanya itu.
Reyna meraih tangan Bu Dewi dan memeganginya sambil berkata padanya
"Ma, mama jangan terlalu mikir yang enggak-enggak nanti mama jadi sakit."
"Mama gak bisa Rey, mama kepikiran papa, mama kasihan pada papa, mama takut papa di siksa sama om Hendra di sana," Bu Dewi menangis.
Reyna memeluk Bu Dewi dari samping mencoba menenangkan nya "Reyna ngerti ma....Reyna paham apa yang mama rasakan saat ini, kita berdoa saja ya ma, mudah-mudahan di beri jalan keluar untuk masalah ini," ucap Reyna.
__ADS_1
Bu Dewi menganggukkan kepalanya dengan lemah sambil menangis.
Sementara Abi yang masih dalam perjalanan menuju ke rumah pak Kristanto, sengaja mempercepat laju mobilnya agar lekas sampai di sana.
Dan ketika waktu sudah menunjukan pukul sembilan malam ini mobil Abian sudah memasuki halaman rumah pak Kristanto.
Kemudian Abi keluar dari mobilnya dan berjalan ke arah pintu rumah pak Kris.
Abi memencet tombol yang ada di sebelah atas pintu itu.
"Cari siapa mas?" tanya bibik yang membukakan pintu untuk Abi.
"Saya mau ketemu dengan pak Kris Bik," ucap Abi sambil tersenyum dengan ramah pada bibik itu.
Abi duduk di kursi ruang tamu itu dan matanya menyapu ke seluruh ruang tamu tersebut.
"Abian ....!!" teriak seorang laki-laki paruh baya itu sambil berjalan mendekat ke arah Abi yang sedang duduk.
"Om," Abi bangkit dari duduknya dan menyalami tangan kanan laki-laki paruh baya ltu yang tak lain adalah pak Kristanto teman pak Yuda papanya Abi.
__ADS_1
"Kok tumben kamu kesini Abi, ada apa?" tanya pak Kris sambil duduk di depan Abian.
"Mmm ... Iya om," jawab Abi.
"Bagaimana keadaan papa kamu Bi?" tanya pak Kris lagi.
"Itulah masalahnya om, yang membuat saya harus datang kesini menemui om Kris," ujar Abi.
"Maksudnya kenapa Bi? Ada apa dengan papa kamu?" tanya pak Kris khawatir.
"Saat ini papa menjadi tawanannya om Hendra om," ucap Abi.
"Hendra!! Kenapa memangnya sampai dia berani berbuat begitu pada papa kamu!!?" pak Kris tambah penasaran.
"Ceritanya panjang sekali om," lalu Abi mulai menceritakan hal yang sebenarnya pada pak Kris.
Pak Kris menganggukkan-anggukkan kepalanya setelah mendengar cerita dari Abian.
"Dan....sekarang saya kesini mau menggadaikan sertifikat rumah saya pada om," ujar Abi lebih lanjut.
__ADS_1
Pak Kris menarik nafasnya panjang sekali sambil menatap Abi dengan cemas.
"Abi, sebelumya om minta maaf kalau tidak bisa membantu kesulitan yang sedang kamu dan papa kamu hadapi saat ini," ujar pak Kris menatap Abi dengan prihatin.