Dua Cinta Untuk Abian

Dua Cinta Untuk Abian
Bab. 76


__ADS_3

Pagi ini Mala berangkat kerja seperti biasanya dan dia tidak menyadari kalau sedari tadi Beno menguntit mobilnya dari belakang.


"Itu seperti mobil Beno, ngapain dia ngikutin aku terus dari tadi," Mala melihat ke belakang lewat kaca spion mobilnya.


Tiba-tiba ponsel Mala berdering dan tertulis nama orang yang melakukan panggilan ke ponselnya itu adalah Beno.


Mala sedikit ragu mau menerima telpon dari Beno mantan pacarnya itu.


Lalu dengan perlahan Mala mulai mengambil ponselnya itu dan menerima panggilan telepon dari Beno.


"Mau ngapain lagi kamu Beno?!" kata Mala setelah menerima telepon dari Beno.


"Berhenti di depan situ!! ada yang mau aku bicarakan sama kamu, awas jangan coba-coba kabur!" ujar Beno sambil mengancam Mala.

__ADS_1


Mala mencebikkan bibirnya mendengar perintah dan ancaman dari Beno, sebenarnya dia tidak ingin menuruti perintah dari Beno itu tapi Mala jadi berpikir dua kali lipat karena kalau dia tidak menuruti kemauan Beno sudah pasti Beno akan berbuat nekat padanya.


Lalu dengan terpaksa Mala menepikan mobilnya tepat di ujung jalan sana dan dia menunggu saja di dalam mobil.


Beno juga menghentikan mobilnya tepat di belakang mobil Mala, tak lama kemudian Beno sudah keluar dari mobilnya dan berjalan menuju ke arah mobil Mala.


Setelah sampai di pintu depan mobil Mala, Beno lalu membuka pintu mobil itu dan mulai masuk ke dalam mobil Mala.


Beno duduk di samping Mala yang masih duduk di belakang kemudi mobilnya itu.


"Ya mau tanya kabar kamu lah...." ucap Beno sambil menatap Mala.


Mala mengerutkan keningnya tidak mengerti dengan ucapan Beno lalu ia bertanya lagi pada Beno " maksudmu apa Beno?" tanya Mala sambil menoleh pada Beno.

__ADS_1


"Katanya kamu sudah jadi pacarnya Abian, tapi mana buktinya, selama ini kamu masih selalu sendirian dan aku tidak pernah melihat kamu jalan berdua dengan Abian dan...setahuku Abian malah lebih sering berdua dengan cewek lain," kata Beno sambil mencibir menatap ke arah Mala.


"Kamu memata-matai aku ya?!" ujar Mala mendelik pada Beno.


"Ya, selama ini aku memata-matai kamu! dan asal kamu tahu aku terlanjur sakit hati karena kamu putusin aku dan lebih memilih Abian dan ternyata kamu bohong! kamu tidak jadi pacarnya Abian kan!!" nada suara Beno mulai meninggi.


"Siapa bilang aku bohong! aku memang sudah jadian kok sama Abian dan ... sebentar lagi kita akan tunangan!!" ujar Mala dengan nada meninggi juga.


"Oh ya!!! kamu mau tunangan dengan Abian!!" Beno tersenyum mencibir pada Mala.


"Iya, lihat saja nanti kamu akan tahu sendiri kalau nanti aku melangsungkan pertunangan aku dengan Abian," kata Mala sesumbar.


"Oke!! aku tunggu acara pertunangan kamu dengan Abian, tapi ingat kalau kamu tidak jadi bertunangan dengan Abian kamu akan tahu sendiri apa yang akan aku lakukan pada kamu Mala!! karena kamu sudah menginjak-injak harga diri aku di depan Abian yang waktu itu menjadi pahlawan kesiangan bagimu, camkan itu!!!" Beno mendelik menatap Mala dengan tajam dan mencengkeram lengan Mala dengan kuat dan dia memang benar-benar mengancam Mala kali ini.

__ADS_1


Mala jadi bergidik mendengar ancaman dari Beno karena dia tahu Beno sangat temperamen banget dan apa yang dia katakan itu akan di lakukannya sungguhan.


__ADS_2