Dua Cinta Untuk Abian

Dua Cinta Untuk Abian
Bab. 9


__ADS_3

Abian menyandarkan tubuhnya pada kursi yang di duduki nya sambil mengerucutkan bibirnya.


Lalu pandangnya tertuju pada kotak nasi yang ada di mejanya yang di bawakan Mala tadi.


Dengan lesu Abian meraih kotak nasi tersebut dan perlahan Abian membukanya, dan di dalam kotak nasi itu ternyata berisi makanan kesukaan nya yaitu nasi rendang.


Selera makan Abian jadi naik lagi dan dia sudah lupa rasa kesalnya pada Reyna tadi.


Lalu dengan segera Abian menyantap makanan itu dengan lahapnya.


Dan tak berapa lama makanan itupun sudah habis.


Terdengar suara langkah kaki masuk ke dalam ruang kantor Abian.


"Bi, kamu sudah makan masakan aku?" tanya Mala yang tadi masuk ke ruangan Abian.


"Iya," jawab Abian yang masih memegang kotak makan dari Mala.


"Bagaimana rasanya Bi?" buru Mala tak sabar.


"Enak, rasanya enak," jawab Abian sambil menganggukkan-anggukkan kepalanya pada Mala.


"Oh ya," pekik Mala sangat senang tidak menyangka Abian akan suka dengan masakan nya.


"Kalau begitu besok aku bawakan lagi ya Bi?"

__ADS_1


"Oh gak usah Mala, kamu gak usah repot-repot," ujar Abian menolak secara halus keinginan Mala.


"Gak apa-apa kok Bi aku gak repot, malah aku senang kalau kamu suka masakan aku," Mala tersenyum bahagia.


Abian tersenyum tipis pada Mala tanpa bisa berkata apa-apa lagi.


Tiba-tiba ponsel Abian berdering, dan Abian melihat siapa yang menelponnya dan ternyata yang menelpon dirinya adalah Reyna, lalu Abian meraih ponselnya yang ada di atas meja kerjanya dan pandangannya beralih pada Mala sambil berkata padanya.


"Aku angkat telepon dulu ya," ujar Abian.


"Oke," jawab Mala sembari tersenyum memaksa, lalu Mala berjalan keluar dari ruang kantor Abian.


Abian mulai mengangkat telpon dari Reyna.


"Iya Rey, ada apa?" tanya Abian dengan senang hati mendapat telepon dari Reyna sang pacar.


"Sudah."


"Makan siang di mana?"


"Di sini aja, aku gak kemana-mana," kata Abian.


"Di kantin ya?" tanya Reyna lagi.


"Enggak," jawab Abian.

__ADS_1


"Enggak? katanya di sini aja? terus makan siang di mana?" Reyna bertanya-tanya.


"Aku makan siang di ruanganku Rey."


"Maksudnya makan siang mu di makan di dalam ruang kantor mu Bi?" Reyna mulai bingung.


"Iya."


"Tumben," ujar Reyna heran lagi.


"Aku tadi tidak memesan makan siang di kantin Rey, soalnya aku tadi dapat kiriman makan siang dari Mala," jelas Abian pada Reyna yang mulai kebingungan.


"Mala?" tanya Reyna tambah heran.


"Iya,jadi ceritanya itu tadi pagi Mala datang ke kantor ku sambil membawa kotak makanan dan dia bilang dia itu hobi masak jadi sekalian aku di bawakan juga sama dia gitu," Abian menjelaskan pada Reyna.


"Hmmmm gitu.....enak ya dapat kiriman makan siang," seloroh Reyna pada Abian.


"Rey.......," ujar Abian seperti merasa kalau Reyna mulai cemburu.


"Oke Bi, aku....mau lanjut kerja ya," ucap Reyna sambil mengakhiri percakapannya dengan Abian tanpa menunggu Abian ngomong lagi pada dirinya.


"Rey, Rey, Reyna ...." panggil Abian tapi Reyna sudah terlanjur menutup telepon nya.


Abian mengerutkan bibirnya sambil meletakkan ponselnya di atas meja, Abian merasa Reyna sedang marah padanya.

__ADS_1


Lalu dengan segera Abian bangkit dari tempat duduknya dan bergegas melangkah keluar dari ruang kantornya.


__ADS_2