Dua Cinta Untuk Abian

Dua Cinta Untuk Abian
Bab. 8


__ADS_3

"Mmmm .....ini Bi, aku bawain makanan buat kamu makan siang nanti," ujar Mala sambil menyodorkan kotak makanan yang di bawanya.


Abian mengerutkan alisnya melihat apa yang di bawa Mala.


"Dalam rangka apa ini Mala kamu ngasih aku makan siang?" tanya Abian dengan heran.


"Gak ada sih Bi, aku kan memang hobi memasak jadi ini tadi aku pas masak-masak dan tiba-tiba aku keinget sama kamu, ya sudah aku bawakan juga sekalian buat kamu," ujar Mala.


"Oh....gitu," kata Abian sambil mengangguk-anggukkan kepalanya.


"Tapi nanti jangan di ejek ya kalau masakan aku gak enak," kata Mala lagi.


"Enggak, aku gak seperti itu orangnya kok, oh ya thank you ya," ucap Abian pada Mala.


"Ya," jawab Mala dengan mata berbinar-binar karena ternyata Abian tidak menolak pemberian darinya.


Di dalam ruang kantor Reyna terlihat Reyna sedang sibuk mempersiapkan berkas-berkas yang akan di bawanya untuk meeting lagi dengan pak Wira.


"Sepertinya sudah semua ini," Reyna bermonolog.


Sesaat kemudian terdengar handphone Reyna berdering, dengan sigap Reyna segera meraih ponselnya dan menerima panggilan yang masuk.

__ADS_1


"Meeting akan di mulai sebentar lagi Reyna," kata pak Wira di ponsel Reyna.


"Baik pak, saya segera ke sana," ujar Reyna.


Setelah menutup ponselnya, Reyna segera menyambar semua berkas yang ada di mejanya dan dengan setengah berlari Reyna keluar dari ruang kantornya.


Saking terburu-buru nya Reyna sampai menabrak Abian yang tiba-tiba juga sedang keluar dari ruangan nya.


"Aduh!" pekik Reyna sambil menatap Abian.


"Rey, kamu kenapa terburu-buru begitu?" tanya Abian yang juga terkejut di tabrak oleh Reyna tadi.


"Maaf Bi, aku sudah di tunggu pak Wira di ruang meeting sekarang," ujar Reyna sambil berjalan meninggalkan Abian begitu saja.


Setiba di ruang meeting Reyna langsung mengambil tempat duduk di sebelah pak Wira yang sudah ada di tempat itu sejak tadi.


Reyna melihat ke sekeliling meja meeting dan ternyata semua sudah hadir dan itu artinya Reyna datang terlambat.


"Maaf pak saya terlambat," ujar Reyna pada pak Wira.


"Gak apa-apa lagian meeting belum di mulai," kata pak Wira membuat Reyna agak tenang.

__ADS_1


"Iya pak," jawab Reyna sambil menata semua berkas-berkas yang di bawanya tadi di atas meja.


Sejurus kemudian pak Wira mulai membuka acara meeting.


"Baiklah meeting hari ini langsung kita mulai saja," ujar pak Wira pada seluruh anggota meeting yang hadir.


Sementara di ruangan Mala, dia tampak tersenyum-senyum sendiri sambil bermonolog.


"Semoga saja Abian menyukai masakan yang aku bawakan tadi," ujar Mala.


Waktu sudah menunjukkan pukul satu siang ini, Abian menghentikan pekerjaan nya karena sudah waktunya makan siang, lalu ia meraih ponselnya dan menelpon Reyna untuk mengajak nya makan siang bareng.


"Halo Rey, kamu sudah selesai meeting nya?" tanya Abian setelah Reyna mengangkat telpon darinya.


"Belum Bi, sebenarnya meeting nya sudah selesai sih tadi cuma.....ini pak Wira masih mengobrol dengan owner-owner yang lain jadi aku gak enak kalau harus balik duluan," ujar Reyna menjelaskan pada Abian.


"Hmmmm ..... begitu," kata Abian sembari mencibirkan bibirnya.


"Mmmm ..... kamu makan siang dulu aja ya Bi, takutnya nanti kamu lama kalau nunggu aku," ujar Reyna.


"Oke," kata Abi seraya mendengus dengan kesal.

__ADS_1


"Bi ......maaf ya....lain kali kita makan siang bareng aku janji," kata Reyna menghibur Abian.


"Ya," jawab Abian datar sambil menutup ponselnya.


__ADS_2