Dua Cinta Untuk Abian

Dua Cinta Untuk Abian
Bab. 89


__ADS_3

"Silahkan Abian untuk maju ke depan," panggil Dewa pada Abian.


Abian kemudian berdiri dan berjalan ke depan ke arah Dewa dan Beno berdiri di sana, seiring dengan itu terdengar suara riuh tepuk tangan para staff yang hadir di sana.


"Selamat Abian atas kenaikan karirmu ini, semoga lebih semangat dan lebih giat lagi," ujar Dewa sambil menyalami Abian.


"Makasih," jawab Abian sambil tersenyum dan menyambut uluran tangan Dewa.


Lalu pandangan Dewa beralih pada Beno yang masih berdiri di sampingnya lalu berkata lagi ," Dan untuk yang kedua saya akan perkenalkan pengganti dari pak Effendi yang telah resign dari jabatan supervisor area dan perkenalkan ini adalah Beno yang nantinya akan menggantikan posisi pak Effendi sebagai supervisor area di sini," ujar Dewa sambil menyalami Beno.


Beno menyambut uluran tangan Dewa sambil mengulas senyumnya.


"Hmmm ... Supervisor area? Kenapa tiba-tiba Beno bisa masuk ke kantor ini ? apa ada orang dalam yang memasukkan dia ke sini ya?" pikir Mala dalam hatinya sambil menatap Beno yang masih berdiri di depan sana.


"Oh ya Beno, sekalian perkenalkan ini Abian yang sekarang memegang jabatan sebagai kepala bagian operasional dua," ujar Dewa sambil menunjuk ke arah Abian.

__ADS_1


Beno menatap Abian sambil menipiskan bibirnya dengan mengulurkan tangan dia berkata pada Abian " Beno," ucapnya.


Abian menerima uluran tangan Beno sambil memaksakan senyuman dan tanpa mengeluarkan sepatah katapun.


"Oke, saya rasa untuk acara ini sudah selesai dan terimakasih untuk teman-teman semua yang sudah hadir di sini dan semoga Beno senang bisa bergabung dengan kita di kantor ini," ujar Dewa mengakhiri pertemuan.


"Selamat ya Bi," ucap Reyna pada Abian ketika mereka berjalan bersama kembali ke ruangan masing-masing.


"Iya Rey, makasih ya dan semua ini juga karena dukungan dari kamu yang selalu mensupport aku selama ini, makasih juga ya Rey," ucap Abi menatap Reyna.


"Nanti pulang kerja kita dinner ya?" ajak Abi ada Reyna.


"Ya," ucap Reyna yang kemudian masuk ke dalam ruang kantor nya.


Abian terus berjalan menuju ke ruang kantor nya tapi tiba-tiba dia menghentikan langkahnya ketika mendengar Mala yang sedang memanggilnya dari belakang.

__ADS_1


"Abian! Tunggu!" panggil Mala pada Abian.


Dan setelah Mala sampai di tempat Abian berdiri, Mala mengulurkan tangannya pada Abian sambil memberikan ucapan selamat padanya " Selamat ya Bi untuk jabatan barunya," ujar Mala sambil tersenyum pada Abian.


"Ya makasih," ucap Abian yang kemudian berjalan kembali menuju ke ruangannya.


Sementara Mala yang di tinggal sendiri di tempat itu hanya bisa mengerucutkan bibirnya dengan kesal sambil menatap kepergian Abian.


"Hmmm ... rupanya pacarmu itu gak perduli ya sama kamu," tiba-tiba Beno sudah berada di belakang Mala.


"Gak ada urusannya sama kamu!" ucap Mala menatap Beno dengan kesal, lalu dia berjalan pergi meninggalkan Beno.


Beno tidak berhenti di situ dia berjalan mengejar Mala dan setelah berada di samping Mala dia berkata padanya " Ingat Mala kalau sampai aku tahu kamu tidak serius dengan Abian, jangan harap aku akan melepaskan kamu begitu saja camkan itu!!" ucap Abian persis di telinga Mala.


Lalu Beno berlalu pergi meninggalkan Mala setelah mengatakan hal itu dan Mala menatap kepergian Beno dengan menarik napas dalam-dalam sambil berucap " Brengsek, apa sih sebenarnya maunya dia," ujar Mala dengan bersungut-sungut.

__ADS_1


__ADS_2