Dua Cinta Untuk Abian

Dua Cinta Untuk Abian
Bab. 49


__ADS_3

"Bi, bagaimana ini...papa harus cepat dapat donor darah nya bi...," ucap Bu Dewi panik lagi.


"Iya ma, Abi akan konfirmasi ke teman-teman kantor mungkin ada yang golongan darah nya sama dengan papa," ujar Abian.


"Iya kamu cepat sana hubungi teman kantor kamu," suruh Bu Dewi pada Abian.


Abian langsung mengambil gawai pipih nya yang ia letakkan di dalam saku celananya.


Abi mencoba menghubungi Dewa.


Dewa buru-buru meraih ponselnya ketika mendengar ada sebuah panggilan yang masuk ke ponselnya.


"Abi, ada apa ya kok dia telpon aku?" ujar Dewa sambil mengerutkan keningnya melihat ke arah layar ponsel nya.


Kemudian Dewa mengangkat telepon dari Abian dan terdengar suara Abian dari seberang sana.


"Dewa! aku minta tolong sangat," kata Abian setelah Dewa menerima telepon darinya.

__ADS_1


"Minta tolong? minta tolong apa Bi?" tanya Dewa masih tak mengerti.


"Aku minta tolong untuk kasih tahu ke teman-teman barangkali ada yang golongan darahnya B, aku minta tolong dengan sangat untuk mau mendonorkan darahnya buat papa ku sekarang ini," tutur Abian pada Dewa.


"Papa mu butuh donor golongan darah B!?" pekik Dewa.


"Iya dan ini sangat urgent sekali harus secepatnya di berikan saat ini juga!" ucap Abian.


"Oh oke-oke kamu tenang ya jangan panik, aku akan usahakan untuk membantu mencarinya di sini," kata Dewa.


"Sama-sama Bi."


Kemudian Dewa menyuruh semua karyawan untuk berkumpul di ruang meeting termasuk Reyna dan Mala.


Semua karyawan termasuk Mala dan Reyna sudah berada di ruang meeting dan mereka semua masih menunggu kehadiran Dewa di situ.


"Ada apa ya Rey, kok pak Dewa mendadak banget ngumpulin kita di sini?" tanya Mala yang duduk bersebelahan dengan Reyna.

__ADS_1


"Aku juga gak tahu Mala," jawab Reyna sambil mengangkat kedua bahunya menatap Mala.


Beberapa menit kemudian terdengar suara langkah sepatu memasuki ruang meeting tersebut dan semua mata tertuju pada pria itu yang tak lain adalah pak Dewa.


Pak Dewa berdiri di depan para Karyawan yang sudah duduk rapi di kursi menunggu kabar yang akan di sampaikan pak Dewa.


"Selamat sore semuanya," sapa pak Dewa membuka pembicaraan.


Dan semua karyawan yang hadir di situ menjawab sapaan salam dari pak Dewa dan setelah itu pak Dewa mulai melanjutkan pembicaraannya lagi.


"Saya meminta semuanya berkumpul di sini untuk memberitahu kan pada kalian bahwasanya sekarang ini papanya Abian mendapat kecelakaan dan masih terbaring di rumah sakit dan tadi Abian telpon pada saya kalau papanya saat ini sedang membutuhkan donor darah golongan B, sedangkan di rumah sakit untuk stok golongan darah B kosong.


Mungkin di antara kalian ada yang mempunyai golongan darah B di mohon kerelaannya untuk mau mendonorkan darah untuk menolong papanya Abian dan Abian mengucapakan terimakasih yang sebesar-besarnya atas perhatian kalian," begitulah berita yang di sampai kan Dewa pada semua karyawan yang sedang berkumpul saat ini.


"Yes!!!! golongan darahku sama dengan golongan darah pak Yuda dan ini adalah kesempatan baik untuk menarik simpati dari Abian," batin Mala kegirangan dalam hatinya.


"Golongan darahku gak sama dengan pak Yuda, tapi... mudah-mudahan saja di antara teman-teman ini ada yang mempunyai golongan darah sama dengan pak Yuda," Reyna sedih karena golongan darahnya tidak sama dengan pak Yuda tapi dia tetap memanjat kan doa untuk pak Yuda.

__ADS_1


__ADS_2