Dua Cinta Untuk Abian

Dua Cinta Untuk Abian
Bab. 107


__ADS_3

Setelah tiba di depan kamar papa dan mamanya Abi lalu mengetuk daun pintu kamar itu secara perlahan.


"Tok tok tok."


"Masuk!!" terdengar suara Bu Dewi dari dalam kamarnya.


Lalu Abi memutar gagang pintu itu dan perlahan masuk ke dalam kamar papa dan mamanya.


Kemudian Abi berjalan mendekat ke arah tempat tidur di mana mamanya sedang memijit kaki papanya.


"Ada apa Bi...?" tanya Bu Dewi setelah Abi berdiri di sampingnya.


"Ma, ada yang mau aku omongin sama papa dan mama," kata Abi.


"Ngomong soal apa? Ngomong aja di sini Bi," kata Bu Dewi sambil masih memijit kaki pak Yuda.


"Gak bisa ma, aku mau ngomongin soal ini bersama papa dan mama juga Reyna," tutur Abi membuat Bu Dewi sedikit heran.


"Reyna?"

__ADS_1


"Iya ma, Reyna sudah menunggu di ruang tengah," kata Abi.


Pak Yuda bangun dari tidurnya dan menatap Abian penuh tanda tanya begitu pun halnya dengan Bu Dewi.


"Kamu tunggu di ruang tengah dulu ya Bi, sebentar lagi papa dan mama akan ke sana," kata Bu Dewi pada Abi.


'Iya ma," lalu Abi berjalan keluar dari kamar papa dan mamanya.


Abi kembali ke ruang tengah menemui Reyna dan di sana terlihat bibik sedang menyuguhkan minuman untuk Reyna.


Lalu Abian duduk di samping Reyna dan melihat ke arah minuman yang baru saja bibik suguhkan untuk Reyna.


"Di minum Rey," ujar Abi sambil menoleh pada Reyna.


Di dalam kamar, Bu Dewi dan pak Yuda saling berbincang sejenak sebelum mereka pergi ke ruang tengah.


"Abi mau ngomongin soal apa ya pa?" tanya Bu Dewi pada suaminya.


"Aku juga gak tau ma," ucap pak Yuda sambil berdiri membetulkan letak sendalnya di kakinya.

__ADS_1


Kemudian mereka berdua pun berjalan keluar kamar dan berjalan menuju ke arah ruang tengah.


Di ruang tengah terlihat Abi dan Reyna yang sedang duduk bersebelahan sudah menunggu kedatangan Bu Dewi dan pak Yuda.


"Tante, om," sapa Reyna dan menyalami tangan pak Yuda dan Bu Dewi ketika keduanya sudah berada di dekat Reyna dan Abian.


"Iya Rey," ucap Bu Dewi tersenyum pada Reyna begitu pun dengan pak Yuda yang juga memberikan senyuman untuk Reyna.


Lalu mama dan papa Abian tersebut mengambil tempat duduk di depan Abian dan Reyna.


Dan kini mereka sudah saling berhadapan antara kedua orang tua dan anak itu.


Sesaat pak Yuda menatap Abi dan berkata padanya " Bi, apa yang mau kamu bicarakan pada papa dan mama?" tanya pak Yuda pada Abian.


Abian sedikit memajukan badanya lalu ia mulai berbicara pada pak Yuda " Pa, aku mau menikah segera dengan Reyna," ujar Abi menatap pada papa dan mamanya secara bergantian.


"Menikah? dengan segera!?" pekik Bu Dewi menjatuhkan tatapan matanya pada sang putra.


"Iya ma, aku akan menikahi Reyna besok," Abian menoleh pada Reyna yang tampak gusar sekali.

__ADS_1


"Bi...," ujar pak Yuda pada Abian.


"Pa, aku gak mau menikahi Mala dan aku gak mau menuruti permintaan om Hendra seperti yang papa bicarakan tadi pagi," timpal Abian pada pak Yuda.


__ADS_2