Dua Cinta Untuk Abian

Dua Cinta Untuk Abian
Bab. 30


__ADS_3

"Reyna kamu tinggal di mana?" tanya pak Yuda membuka pembicaraan.


"Di perumahan kenari indah om," jawab Reyna.


"Oh daerah sana, tinggal sama orang tua di sana?" lanjut pak Yuda.


Sejenak Reyna terdiam, Abian melihat ada sedikit perubahan di wajah Reyna, Abian tahu Reyna selalu sedih bila teringat ayah dan ibunya yang sudah meninggal.


"Mmm ... pa, kedua orang tua Reyna sudah meninggal beberapa tahun yang lalu," Abian segera menjawab pertanyaan dari papanya.


"Oh maaf, om tidak tahu kalau kedua orang tuamu sudah meninggal," kata pak Yuda sambil menatap pada Reyna.


"Tidak apa-apa om," ucap Reyna sambil menyunggingkan senyumnya pada pak Yuda.


"Terus kamu tinggal sama siapa di rumah?" tanya Bu Dewi ikut nimbrung.


"Sama bibik yang ikut orang tua saya sejak saya masih kecil Tante," kata Reyna pada Bu Dewi.


"Saudara?" lanjut Bu Dewi lagi.


"Tidak ada Tante," jawab Reyna.


"Jadi kamu tidak ada siapa-siapa di kota ini?" tanya pak Yuda.


"Tidak ada om."


Pak Yuda manggut-manggut sambil menatap prihatin pada Reyna

__ADS_1


Tiba-tiba bibik berjalan dari arah dapur dan menghampiri bu Dewi sambil berkata pada Bu Dewi.


"Bu, makan malamnya sudah siap," ujar bibik pada Bu Dewi.


"Iya Bik makasih."


Kemudian bibik kembali masuk ke dalam dan meninggalkan ruang tengah tempat di mana Bu Dewi dan pak Yuda serta Abian dan Reyna bercengkrama.


"Kalau begitu kita makan malam dulu ya," ajak Bu Dewi sambil melihat pada pak Yuda Abian dan Reyna.


"Iya ma," jawab pak Yuda yang kemudian bangkit dari tempat duduknya.


"Ayo Reyna makan malam dulu," ajak Bu Dewi.


Reyna menoleh pada Abian yang masih duduk di sebelahnya, lalu Abian menganggukkan kepalanya pada Reyna.


Kemudian Abian berjalan di samping Reyna dan mengajaknya menuju ke ruang makan.


Abian menarik kursi meja makan dan mempersilahkan Reyna untuk duduk.


Pak Yuda tersenyum melihat hal itu dan begitu juga dengan Bu Dewi, mereka merasa kalau Abian memang sangat sayang pada Reyna yang sudah menjadi yatim piatu.


"Makasih Bi," ujar Reyna pelan dengan tersenyum pada Abian sang kekasih.


Lalu Abian mengambil tempat duduk di samping Reyna sementara pak Yuda dan Bu Dewi duduk di depan Abian dan Reyna.


"Ayo silahkan di makan Reyna," kata Bu Dewi sambil tersenyum pada Reyna.

__ADS_1


"Bi, Reyna masih malu itu ayo ambilkan makanannya," ujar pak Yuda yang melihat Reyna masih malu dan sungkan.


"Iya pa," jawab Abian yang kemudian meraih piring dan mengambil kan nasi lalu di letakkan di atas piring itu, kemudian Abian menoleh pada Reyna.


"Mau lauk apa Rey?" tanya Abian.


"Terserah Bi," jawab Reyna malu.


"Mmm ... rendang ya," kata Abian tersenyum pada Reyna.


"Iya," jawab Reyna malu.


"Reyna suka rendang juga?" tanya Bu Dewi pada Reyna sambil menyendok nasi.


Reyna menganggukkan kepalanya perlahan sambil tersenyum malu menjawab pertanyaan Bu Dewi.


"Iya Tante," kata Reyna.


"Sama kalau gitu dengan Abian, Abian juga kesukaannya rendang," kata Bu Dewi.


"Iya kesukaan kalian sama ternyata," pak Yuda ikut menimpali sambil melihat pada Reyna yang duduk di depannya.


"Sampai pernah waktu itu teman kantornya Abian juga membawakan masakan rendang untuk Abian," lanjut Bu Dewi.


Abian mendelik tidak menyangka kalau mama nya akan membicarakan hal itu di depan Reyna.


"Mama!" ucap Abian spontan menatap mamanya.

__ADS_1


__ADS_2