Dua Cinta Untuk Abian

Dua Cinta Untuk Abian
Bab. 85


__ADS_3

Tak berapa lama dalam perjalanan, Abian dan Reyna akhirnya sampai juga di kantor mereka.


Abian mengarahkan mobilnya menuju ke basemen untuk parkir di sana.


Sementara di sebelah mobil Abi terlihat mobil Mala yang sudah parkir di sana.


Mala masih berada di dalam mobilnya dan dia hendak turun waktu itu tapi tiba-tiba ponselnya berbunyi ada pesan yang masuk.


Mala membuka ponselnya dan melihat siapa yang mengirim pesan untuknya dan Mala seketika membolakan matanya dengan sempurna ketika tahu yang mengirim pesan padanya saat ini adalah Beno.


"Ngapain sih Beno pakai kirim pesan segala," gerutu Mala yang kemudian membuka pesan dari Beno itu.


"Aku ada di sini! dan aku ingin melihat kemesraan antara kamu dan Abian pagi ini," ujar Beno lewat pesan WhatsApp nya.


"Benar-benar keterlaluan Beno ini, sepagi ini dia sudah menguntit aku bagaimana ini...," ucap Mala kebingungan.


Tiba-tiba pandangan Mala tertuju pada mobil Abi yang sedang parkir di samping mobilnya.

__ADS_1


"Loh itu kan mobil Abi, mudah-mudahan saja Abi masih ada di dalam mobil itu," ucap Mala sambil terus memperhatikan mobil Abian yang ada di sebelah mobilnya.


Lalu Mala mengambil handphonenya dan mulai menelpon Abian.


Abian dan Reyna yang hendak turun dari mobil Abian tiba-tiba mengurungkan niatnya karena gawai pipih milik Abian sedang berdering.


Abian memperlihatkan pada Reyna siapa yang menelponnya saat ini dan Reyna melihat ke layar ponsel Abi yang tertera nama Mala yang sedang menelponnya tadi.


"Angkat Bi," ujar Reyna pada Abi.


Lalu Abi menerima telepon dari Mala dan terdengar suara Mala " Bi, aku minta tolong ya saat ini Beno ada di dalam gedung kantor ini dan tadi dia chat aku kalau dia mau melihat kalau aku benar-benar udah menjadi pacar kamu, jadi nanti kalau kamu mau masuk ke dalam kantor harus barengan sama aku ya seperti kayak pacar gitu Bi," ujar Mala pada Abi.


"Bagaimana ini Rey?" tanya Abi pada Reyna.


"Kamu turuti saja permintaan Mala Bi, masalahnya kan ada Beno di sekitar sini," ujar Reyna pada Abi.


"Ya," jawab Abi pada Mala dengan nada malas dan terkesan enggan.

__ADS_1


Kemudian Abi dan Reyna keluar dari mobilnya, Mala juga keluar dari mobilnya dan langsung menghampiri mereka berdua.


"Rey, maaf ya Abi harus jalan bersebelahan dengan aku ya," ucap Mala pada Reyna sambil mendekati Abian.


"Ya,gak apa-apa," ucap Reyna sambil tersenyum pada Mala.


Kemudian Mala berjalan berdampingan dengan Abi sementara Reyna berjalan di belakang Mala dan Abian.


Mereka bertiga pun akhirnya berjalan memasuki gedung perkantoran tempat mereka bekerja.


Dan ketika mereka sampai di depan lobby kantor terdengar seseorang sedang bertepuk tangan sambil mendekat ke arah Abian dan Mala.


"Prok!! Prok!! Prok!! selamat ya ternyata kalian memang benar-benar pasangan serasi,"ucap Beno sambil mencibirkan bibirnya menatap Mala dan Abian.


"Percaya kan kamu sekarang Beno kalau aku memang jadi pacar Abian," ucap Mala pada Beno.


"Belum, aku belum percaya kalau kalian belum menikah," ujar Beno lagi-lagi mencibirkan bibirnya menatap Mala dan Abian.

__ADS_1


"Benar-benar brengsek Beno ini," batin Abi dalam hatinya yang kesal mendengar celoteh Beno barusan.


__ADS_2