
Hati Abi sedikit menciut tapi ia masih tetap mendengarkan penjelasan dari pak Kris.
Pak Kris menghentikan ceritanya sejenak ia menarik nafas dalam-dalam lalu ia melanjutkan ceritanya pada Abian.
"Perusahaan om saat ini sedang mengalami kebangkrutan dan om masih harus mengumpulkan dana lagi untuk membangkitkan perusahaan om seperti sedia kala," tutur pak Kris.
"Sekali lagi om minta maaf yang sebesar-besarnya karena om tidak bisa membantu kamu Bi," pak Kris merangkul pundak Abian.
Sebenarnya Abi sangat kecewa karena tidak mendapatkan bantuan tapi dia juga harus tahu diri kalau om Kris itu saat ini sedang mengalami kesusahan juga.
Dan Abi harus memahami akan kesulitan yang om Kris hadapi saat ini.
"Tidak apa-apa om, Abi ngerti akan kesusahan yang om alami saat ini dan maafkan Abi ya om kalau Abi menambah beban pikiran om," ujar Abi.
"Tidak Bi, kamu tidak salah meminta bantuan pada aku karena aku juga adalah teman papa mu," ucap pak Kris pada Abi.
"Iya om, kalau begitu saya pamit pulang ya om," ucap Abi pada pak Kris.
__ADS_1
Abi bangkit dari tempat duduknya dan pak Kris juga berdiri dari duduknya hendak mengantarkan Abi ke depan.
Sesampai di teras rumah, Abi menghentikan langkahnya dan lagi-lagi ia berpamitan pada pak Kris.
"Om saya pulang ya om," ucapnya.
Pak Kris merangkul pundak Abian sambil berkata padanya " Sekali lagi om minta maaf karena tidak bisa bantu kamu dan om doakan mudah-mudahan kamu mendapat kan jalan keluar dari masalah yang sedang kamu hadapi ini Bi," ucap pak Kris membuat hati Abi sedikit tenang.
Abi tersenyum sambil berucap " Terimakasih om, Abi juga doakan semoga perusahan om bisa pulih secepatnya."
'Ya makasih banyak Bi."
Abi membuka kaca mobilnya ketika dia melewati pak Kris yang masih berdiri di tempatnya.
Abi menganggukkan kepalanya dengan ramah pada pak Kris dan pak Kris tersenyum sambil melambaikan tangannya pada Abian.
Abian sudah berlalu meninggalkan rumah pak Kris.
__ADS_1
"Kasihan sekali Abi dan Yuda, semoga saja Abi bisa menemukan bantuan yang lain," gumam pak Kris menatap kepergian mobil Abian dari rumahnya.
Abi menjalankan mobilnya dengan kecepatan rendah.
"Ya Tuhan.....aku harus cari bantuan dimana lagi...??" ucap Abi dengan wajah penuh kekecewaan.
Sementara di rumah Abian terlihat Reyna dan Bu Dewi masih menunggu kepulangan Abi dari rumah pak Kris.
"Rey, sampai jam segini suamimu kok belum pulang-pulang Rey?" tanya Bu Dewi pada Reyna.
Reyna yang sedari tadi memandangi jam dinding yang tergantung di atas meja televisi itu juga sangat khawatir karena sampai jam sebelas malam ini Abi belum juga pulang.
"Iya ma,kalau mama ngantuk mama tidur duluan saja biar Reyna yang nungguin Abi ya," ujar Reyna pada mama mertua nya itu.
"Sebenarnya mama pingin nunggu Abi sampai datang, mama pingin tahu kabar yang dia bawa nanti tapi saat ini mama sangat ngantuk sekali Rey," ucap Bu Dewi.
"Iya ma sebaiknya mama istirahat saja dulu ya," Reyna berdiri dan membimbing Bu Dewi untuk berjalan ke kamarnya.
__ADS_1
Bu Dewi berjalan menuju ke kamarnya di temani oleh Reyna yang mengantarkan nya sampai masuk ke dalam kamarnya.