Dua Cinta Untuk Abian

Dua Cinta Untuk Abian
Bab. 31


__ADS_3

Bu Dewi mengerutkan kedua alisnya menatap Abian yang setengah berteriak padanya tadi.


"Kenapa Bi?"


"Abi rasa gak perlu cerita soal itu saat ini ma," kata Abian agak mereda nada suaranya.


"Loh memangnya kenapa Bi, kan Mala juga teman kalian sekantor," lanjut Bu Dewi gak mau mengalah.


Reyna meletakkan sendoknya ketika mendengar nama Mala yang di sebutkan Bu Dewi barusan.


"Mala, dia pernah ke sini," batin Reyna dalam hatinya sambil terus mendengarkan pembicaraan Abi dan mamanya.


"Iya kan Reyna, Mala kan teman sekantor kamu juga kan?" Bu Dewi bertanya pada Reyna.


"Iya Tante, kita satu kantor dan berteman," kata Reyna tersenyum.


Abian menipiskan bibirnya sambil melihat pada mamanya, sementara pak Yuda paham kenapa Abian bersikap seperti itu karena Abian tidak mau menyinggung perasaan Reyna.


"Nah itu kan Bi, Reyna aja bilang kalau kalian berteman kan," ucap Bu Dewi setelah mendapat pembenaran dari Reyna.


"Iya ma," jawab Abian pasrah lalu Abian menoleh pada Reyna dan Reyna menyunggingkan senyum tipisnya untuk Abian, Abian merasa lega sedikit.


"Ya sudah ayo di lanjut makan lagi," kata pak Yuda mengatasi suasana yang sedikit menegang tadi.

__ADS_1


Setelah selesai makan malam pak Yuda dan Abian kembali ke ruang tengah lagi sementara Reyna membereskan piring bekas makannya tadi.


"Sudah Reyna taruh di sana saja piringnya biar nanti bibik yang beresin," kata Bu Dewi yang melihat Reyna hendak membereskan piring nya.


"Iya Tante."


Kemudian Reyna berjalan menuju ke ruang tengah tempat Abian dan papanya duduk lagi.


"Duduk Reyna," kata pak Yuda ketika melihat Reyna datang.


"Iya om," kemudian Reyna mendekati Abian yang duduk di tempat mereka berdua tadi duduk.


"Bi, aku mau pulang sekarang ya," lirih nada suara Reyna pada Abian.


"Kenapa terburu-buru Reyna?" tanya pak Yuda yang mendengar perkataan Reyna barusan.


"Iya iya," ucap pak Yuda sabuk manggut-manggut.


"Iya ini juga sudah malam Rey, sudah jam sembilan," ujar Abian.


Kemudian Reyna bangkit dari duduknya dan berjalan ke arah pak Yuda.


"Om, Reyna pamit pulang dulu," Reyna kembali menyalami tangan pak Yuda.

__ADS_1


Pak Yuda menganggukkan kepalanya sambil tersenyum pada Reyna.


Kemudian Reyna beralih pada Bu Dewi yang baru saja duduk di ruang tengah tersebut.


"Tante, saya pamit pulang dulu,"kata Reyna sambil menyalami tangan bu Dewi.


"Iya," jawab Bu Dewi sambil tersenyum pada Reyna.


Reyna menoleh pada Abian yang berdiri di belakangnya.


Kemudian Abian berpamitan pada papa dan mamanya.


"Pa,ma, Abian antarkan Reyna pulang dulu ya," ucap Abian sambil meraih kunci mobilnya yang ia letakkan di atas meja tempat papa dan mamanya sedang duduk.


"Iya, hati-hati di jalan ya Bi," ucap pak Yuda berpesan pada Abian.


"Iya pa."


Kemudian Abian merentangkan tangan kanannya ke belakang punggung Reyna dan kemudian mereka pun berjalan menuju ke luar rumah.


Pak Yuda tersenyum sumringah melihat pemandangan di depannya itu, dia merasa bahagia melihat Abian dan Reyna.


"Ma, kelihatannya Reyna itu wanita baik dan kelihatannya Abian juga sayang sama Reyna," ujar pak Yuda pada Bu dewi istrinya.

__ADS_1


"Iya pa," jawab Bu Dewi.


"Kasihan Reyna karena ternyata ayah dan ibunya sudah meninggal, dan sekarang dia sebatang kara," wajah pak Yuda tiba-tiba berubah jadi sedih.


__ADS_2