Dua Cinta Untuk Abian

Dua Cinta Untuk Abian
Bab. 117


__ADS_3

Abian menghentikan mobilnya dan memarkirnya di depan rumah Dewa.


Tak lama kemudian dia pun turun dari mobil dan berjalan menuju ke rumah Dewa.


Setelah tiba di depan pintu, lalu Abi memencet tombol yang ada di tembok atas samping pintu itu.


"Bi, ayo masuk," ajak Dewa setelah membukakan pintu untuk Abian.


"Ya,makasih," Abi kemudian masuk ke dalam rumah Dewa dan mereka berdua pun duduk di ruang tamu.


"Sebenarnya ada apa Bi, malam-malam begini kamu sampai datang ke rumah aku?" tanya Dewa pada Abian.


"Ya, maaf Dewa sebelumnya aku sudah mengganggu istirahat mu, mmm ... begini Dewa saat ini aku benar-benar minta pertolongan dari kamu," ucap Abi pada Dewa.


"Apa yang bisa aku bantu untuk kamu Bi," ucap Dewa.


"Aku butuh uang dua ratus dua puluh lima juta untuk besok."


"Banyak sekali, untuk apa uang sebanyak itu?!" pekik Dewa menatap Abian.


"Ceritanya panjang tapi yang jelas itu aku gunakan untuk membayar hutang papa aku pada temannya," kata Abi.


"Oh ... begitu, aku akan coba bantu kamu Bi besok pagi aku akan kabari kamu ya," kata Dewa membuat hati Abi sedikit tenang.

__ADS_1


"Makasih banyak Dewa atas bantuannya," ucap Abi pada Dewa sambil tersenyum tipis.


"Ya, sama-sama," ucap Dewa sambil tersenyum pada Abi.


"Kalau begitu aku langsung pulang ya," pamit Abi pada Dewa.


"Ya,"ujar Dewa.


Kemudian Abi beranjak dari duduknya dan berjalan menuju keluar di ikuti oleh Dewa yang mengantarkannya sampai ke teras depan rumahnya.


Lalu Abi berjalan menuju ke arah mobilnya dan tak lama ia sudah mengemudikan mobilnya meninggalkan rumah Dewa.


Reyna yang sedari tadi menunggu kedatangan Abian di rumahnya terlihat senang sekali setelah terdengar suara mobil Abi yang memasuki garasi.


"Abi sudah datang," gumam Reyna yang sedang berada di ruang tengah.


Reyna membuka pintu ruang tamu dan keluar menghampiri Abi yang masih ada di garasi mobilnya.


Abi menoleh pada Reyna "Kamu belum tidur Rey?" tanya Abi.


"Belum Bi, aku menunggumu pulang," jawab Reyna sambil menggamit lengan Abian.


Abian merangkul istri yang baru sehari di nikahinya itu dan membimbing nya masuk ke dalam rumah.

__ADS_1


"Mama sama papa sudah tidur?" tanya Abi lagi.


"Iya, papa tidur duluan tadinya mama menemani aku nungguin kamu tapi sepertinya mama ngantuk juga dan akhirnya mama tidur juga," ucap Reyna.


"Kamu pasti ngantuk juga kan Rey, ayo kita istirahat juga," ajak Abi pada Reyna.


Lalu mereka berdua pun berjalan memasuki kamar mereka.


Abi dan Reyna membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur.


Reyna mulai tertidur, sementara Abi masih membuka matanya menatap langit-langit kamar dan pikirannya menerawang jauh tentang ancaman pak Hendra.


Reyna menggeliat dan sedikit membuka matanya melihat Abi yang masih belum tidur juga.


"Bi....kamu kok belum tidur?" tanya Reyna sambil memegang lengan Abi.


Abi menoleh pada istrinya itu " Iya, aku akan tidur sebentar lagi," ucapannya.


Kemudian Abi mengusap-usap kepala Reyna layaknya seorang ibu yang meninabobokan bayinya.


"Kamu tidur lagi ya," ucap Abi tersenyum pada Reyna.


"Aku gak mau tidur kalau kamu juga belum tidur," ujar Reyna merajuk.

__ADS_1


"Iya aku akan tidur juga, sekarang pejamkan matamu dan tidur oke," ucap Abi sambil terus mengusap-usap kepala Reyna.


Reyna memejamkan matanya sambil memeluk tubuh suami nya itu.


__ADS_2