Dua Cinta Untuk Abian

Dua Cinta Untuk Abian
Bab. 14


__ADS_3

"Mmm .... itu loh non, bibik tadi mikirin mas Abian," ujar bibik.


"Abi," ucap Reyna sambil mengerutkan kedua alisnya menatap bibik.


"Iya non."


"Emang kenapa dengan Abi Bik?" tanya Reyna penasaran.


"Non, mas Abian itu baik banget orangnya sudah ganteng, baik, sopan dan sangat menyayangi non,"


"Ah bibik bisa aja."


"Iya non, beruntung non dapat pacar seperti mas Abian," kata bibik lagi.


"Iya Bik, Abian memang baik orangnya dan bertanggung jawab banget, aku sangat bersyukur bisa bertemu dengan sosok seperti Abian," kata Reyna sambil tersenyum pada bibik yang sudah menemaninya selama ini.


"Iya non, semoga mas Abian nantinya bisa menjaga dan menyayangi non Reyna selamanya," ujar bibik sambil tersenyum pada Reyna.


"Amin iya bik, semoga," ucap Reyna sambil tersenyum juga pada bibik orang yang di percaya ayah dan ibu Reyna untuk menjaga putri semata wayangnya setelah kepergian mereka.


"Kalau begitu non tiduran aja lagi soalnya kata mas Abian tadi, non Reyna kecapekan sampai tertidur di dalam mobilnya mas Abian."

__ADS_1


"Iya Bik, aku ngantuk sekali karena seharian tadi memforsir tenagaku agar pekerjaanku lekas selesai bik."


"Ya, sekarang non tidur lagi bibik mau melanjutkan beres-beres di dapur ya."


"Iya Bik."


Kemudian Reyna merebahkan tubuhnya lagi di atas tempat tidur sementara bibik berjalan keluar dari kamar Reyna dan menuju ke dapur untuk beres-beres di sana.


Hari Minggu ini sengaja Mala masak masakan kesukaan Abian lagi yaitu masak rendang daging.


Mala ingin memberikan surprise pada Abian dengan mengantarkan masakannya nanti ke rumahnya.


Dengan bersemangat Mala memasak masakannya dan setelah matang, Mala menempatkan rendang itu dalam sebuah kotak makanan.


"Hmmm .... baunya sedap sekali," ujar mamanya Mala ketika masuk ke dapur dan mendapati Mala sedang menata rendang di dalam kotak makanan.


"Mama," ucap Mala.


"Kamu masak rendang banyak sekali Mala?" tanya mamanya heran sambil melihat Mala.


"Mmmm ... iya ma."

__ADS_1


"Buat siapa?" tanya mamanya lagi seperti tahu apa yang akan di lakukan anaknya.


"Mmm ... ini....mau aku kasihkan ke Abian ma," ujar Mala pada mamanya.


Mamanya Mala mengernyitkan dahinya sambil menatap Mala.


"Abian? teman kantormu yang menolong kamu sewaktu di pukul sama Beno itu?" tanya mamanya.


"Betul ma," kata Mala dengan tersenyum riang.


"Hmm ... kamu segitu perhatian nya pada Abian, ada apa?"


"Mama.....Abian kan udah pernah nolongin aku dari kekasaran Beno dan berkat Abian sekarang aku bisa terlepas dari Beno yang temperamen itu dan sekarang aku mau balas kebaikan Abian ma....," ucap Mala menjelaskan pada mamanya.


"Oh begitu, ya bagus itu," ucap mama nya sambil manggut-manggut.


"Ya udah ma, kalau begitu aku mau siap-siap dulu terus nganterin masakan ini ke rumahnya Abian," kata Mala sembari melangkah pergi meninggalkan mamanya di dapur.


Setelah selesai mandi, Mala kemudian meraih kunci mobilnya dan segera berangkat menuju ke rumah Abian.


Didalam mobil Mala memperhatikan kotak yang berisi rendang masakannya tadi yang di taruh nya di kursi samping tempatnya menyetir.

__ADS_1


"Semoga saja Abian ada di rumah hari ini dan semoga dia tidak menolak pemberianku ini," Mala bermonolog sambil tersenyum sendiri.


Kemudian pandangan Mala fokus ke depan ke arah jalan besar yang sedang di lalui nya saat ini.


__ADS_2