Dua Cinta Untuk Abian

Dua Cinta Untuk Abian
Bab. 12


__ADS_3

"Rey," panggil Abian pada Reyna.


"Hem ...," jawab Reyna sambil tetap fokus pada ponselnya.


"Kenapa kamu tadi mengijinkan Mala ikut bersama kita juga?" tanya Abian.


Reyna menghentikan tangannya yang mengutak-utik ponselnya, lalu Reyna menatap ke arah Abian yang masih menyetir mobil.


"Kenapa Bi...? kamu gak suka kalau aku ngijinin Mala tadi?" Reyna balik tanya pada Abian dengan sedikit heran.


"Enggak bukan begitu," ujar Abian sambil menatap Reyna.


"Terus apa dong Bi?" tanya Reyna lagi.


"Mmmm ..... aku gak enak aja sama kamu Rey," ujar Abian sambil memegang lengan Reyna.


Reyna tersenyum menatap Abian, Reyna paham dengan apa yang di bicarakan Abian barusan, lalu Reyna berkata pada Abian.


"Abi.....aku gak apa-apa kok, Mala kan cuma numpang kan gak tiap hari dia ikut kita," ujar Reyna sambil tersenyum dan balik memegangi tangan Abian.


"Ya," jawab Abian sambil tersenyum juga menatap Reyna.

__ADS_1


"Udah yuk buruan, aku sudah gerah ini pingin cepat sampai rumah terus mandi," ujar Reyna.


"Ya sayang," ucap Abian pada Reyna.


"Sayang?" Reyna menirukan ucapan Abian barusan sambil mengerutkan kedua alisnya menatap Abian yang juga menoleh padanya.


"Iya kenapa?" Abian balik tanya melontarkan pertanyaan pada Reyna.


"Mmm ....enggak sih tumben aja kamu manggil aku dengan sebutan itu," ujar Reyna sambil tersenyum geli.


"Apanya yang lucu Rey, kamu kan pacar kesayangan aku jadi wajar kan kalau aku manggil kamu sayang, iya kan?" muka Abian terlihat agak kesel dikit.


"Kamu ini bisa aja bikin orang kesel," kata Abian sambil menoleh pada Reyna dan mengusap-usap rambut Reyna dengan sayang.


Reyna pun tersenyum mesra pada Abian dan sejurus kemudian Reyna merebahkan kepalanya di pundak Abian yang sedang menyetir dan merasakan kedamaian di sana.


"Sayang, udah sampai," kata Abian setelah tiba di pelataran rumah Reyna.


Abian menoleh pada Reyna yang tidak merespon perkataan darinya barusan dan ternyata Abian melihat Reyna yang sedang tertidur di pundaknya.


"Kasihan kamu Rey, pasti kamu kecapekan hari ini," Abian bermonolog sambil menatap wajah kekasihnya itu dengan perasaan iba.

__ADS_1


Lalu Abian menggeser kepala Reyna dan menyandarkannya di punggung kursi mobil yang di duduki Reyna.


Perlahan Abian keluar dari mobilnya dan sejurus kemudian Abian membuka pintu mobil tempat Reyna duduk, lalu dengan hati-hati Abian mengangkat tubuh Reyna untuk di bopong masuk ke dalam rumahnya.


Abian tidak tega membangunkan Reyna yang sedang tertidur lelap itu, lalu dengan perlahan Abian membawa tubuh Reyna masuk ke dalam rumah.


Bibik yang melihat kedatangan Abian dengan membopong Reyna langsung bergegas membukakan pintu untuk Abian.


Dengan wajah panik bibik bertanya pada Abian.


"Non Reyna kenapa mas Abian?" tanya bibik dengan wajah cemas menatap Reyna yang masih menutup matanya.


"Gak apa-apa bik, non Reyna cuma tertidur dan saya gak tega membangunkannya," kata Abian dengan suara yang sangat pelan takut Reyna terbangun.


"Oh....begitu....," ujar bibik sambil menutup mulutnya dengan kedua tangan nya.


"Iya Bik, saya antarkan non Reyna ke kamarnya dulu ya Bik," ucap Abian kemudian pada bibik.


"Iya mas, silahkan."


Kemudian dengan segera Abian melangkah menuju ke kamar Reyna dan setelah bibik membukakan pintu kamar, Abian langsung masuk ke dalam kamar.

__ADS_1


__ADS_2