
"Bagaimana ini? Beno sekarang kerja di sini dan itu artinya dia akan terus memperhatikan aku," Mala bermonolog sambil berjalan mondar-mandir di dalam kamarnya.
Lalu dengan wajah gelisah Mala keluar dari kamarnya dan dia berjalan ke ruang tengah di mana mamanya sedang asyik nonton acara televisi yang sedang berlangsung.
Mala lalu duduk di samping mamanya sambil mengerucutkan bibirnya.
Bu Vita mamanya Mala yang melihat muka anaknya manyun seperti itu lantas bertanya," Mala...kamu kenapa? datang-datang kok cemberut begitu?" tanya Bu Vita pada Mala yang masih manyun saja.
"Ma ... Mala minta bantuan mama ya...?" ucap Mala merajuk pada mamanya.
"Bantuan? Ya pastilah mama akan bantu putri mama tersayang ini, memangnya kamu mau minta bantuan apa sama mama?" tanya Bu Vita sambil mengusap rambut Mala dengan sayang.
Mala menatap mamanya sambil tersenyum kemudian dia bercerita pada Bu Vita ," Begini ma, mulai hari ini Beno bekerja di kantor aku sebagai supervisor area ma," ujar Mala dengan wajah panik.
"Beno!?' pekik Bu Vita kaget sambil melotot menatap Mala.
__ADS_1
"Iya ma, Beno," tegas Mala sambil menganggukkan kepalanya pada mamanya.
"Ngapain Beno kerja di tempatmu Mala?" tanya Bu Vita lagi pada Mala.
"Aku sendiri juga gak tahu ma, Beno mengancam aku ma," ucap Mala lagi.
"Mengancam bagaimana!?" tanya Bu Vita dengan wajah kaget.
"Dia bilang dia gak percaya kalau aku jadi pacarnya Abian dan dia baru percaya kalau aku sudah menikah dengan Abian," wajah Mala kembali panik.
"Mama.... Gak segampang itu, Abian kan sudah punya pacar dan Abi jelas gak mau kalau harus menikahi aku meski pun itu hanya formalitas saja," kata Mala sambil mengerutkan kedua alisnya menatap mamanya.
"Itu urusan gampang Mala, lagian kan keluarga Abian punya hutang Budi pada kamu sewaktu kamu mendonorkan darah kamu untuk pak Yuda papanya Abian iya kan?" ucap Bu Vita.
"Terus gimana dong caranya ma?" tanya Mala mamanya.
__ADS_1
"Besok mama dan papa akan ke rumahnya Abian dan mendesak papa dan mamanya Abian untuk bisa menikah kan kamu dan Abian," ucap Bu Vita.
"Kalau Abian gak mau gimana!?" pekik Mala.
"Tenang mama nanti yang akan membujuk mama dan papanya Abian agar mau menikahi kamu," kata Bu Vita tersenyum pada Mala.
"Bener ya ma, mama bantu agar Abian mau menikahi aku, aku gak mau di kejar-kejar Beno terus ma gara-gara gak bisa nikah dengan Abian nantinya," ucap Mala memelas pada mamanya.
"Iya mama pasti akan bantu kamu dan papa juga akan bantu nanti, kan pak Yuda itu dulu juga pernah di bantu sama papa sewaktu usahanya hampir mengalami kebangkrutan," ujar Bu Vita sambil menaikkan kedua alisnya menatap Mala.
"Oh iya ya, kan papa dan om Yuda dulu berteman," Mala tersenyum agak lega mendengar penjelasan mamanya barusan.
"Nah sekarang kamu tenang saja tinggal tunggu hasilnya nanti setelah papa dan mama ke rumah Abian nanti."
Mala tersenyum lebar sambil menghambur ke dalam pelukan mamanya " Mama memang baik.... banget, makasih ya ma....," ujar Mala sambil memeluk erat tubuh mamanya yang masih duduk di sebelahnya.
__ADS_1
Bi vita tersenyum lega juga ketika melihat Mala sudah tidak murung lagi.