
Mala tersenyum lega karena usahanya sudah menemukan titik terang dan semuanya akan berjalan sesuai rencana nya.
"Makasih banyak ya Tante....," ucap Mala sambil memegang lengan Bu Dewi dengan manja.
"Iya Mala, Tante harus bantu kamu sekarang karena dulu kamu juga sudah pernah membantu Tante dengan memberikan donor darah pada om Yuda," ucap Bu Dewi sambil tersenyum pada Mala.
"Iya Tante," ujar Mala merasa sedikit pongah karena Bu Dewi sudah memuji kebaikannya.
"Terus Reyna bagaimana Tante?" tanya Mala kemudian.
"Reyna itu wanita yang sangat baik, tentunya dia akan mengerti kalau nanti di jelaskan soal alasan kamu untuk meminta jadi pacar bohongan nya Abian," ujar Bu Dewi.
"Iya Tante semoga Reyna bisa mengerti," kata Mala sambil menipiskan bibirnya.
"Mmm ... kalau begitu Mala mau balik ke kantor lagi ya Tante," kata Mala.
"Iya," jawab Bu Dewi.
Mala menyalami tangan kanan Bu Dewi dan kemudian dia segera beranjak dari tempat duduknya lalu Mala berjalan menuju ke ruang depan di ikuti Bu Dewi yang mengantarkannya sampai depan rumah.
__ADS_1
"Mari Tante," ucap Mala sebelum melangkah ke arah mobilnya yang di parkir di halaman rumah Abian.
"Iya," jawab Bu Dewi sambil tersenyum.
Lalu Mala masuk ke dalam mobilnya dan pergi meninggalkan rumah Abian, sementara Bu Dewi kembali masuk ke dalam rumah dan duduk kembali di ruang tengah.
"Bagaimana aku harus ngomong ke Abi ya soal permintaan Mala tadi, apa Abi mau? tapi...mau gak mau Abi harus mau karena aku sudah punya hutang Budi sama Mala dan lagi ini kan cuma pura-pura Mala jadi pacar Abi," Bu Dewi bergumam sendiri.
Sementara itu Reyna dan Abian yang sedang makan siang di kantin kantor mereka dengan segera bergegas menyelesaikan makan siangnya karena waktu istirahat makan siang sudah habis.
"Ayo Bi, balik ke kantor," ajak Reyna pada Abian.
"Ayo," ucap Abi sambil bangkit dari tempat duduknya dan kemudian berjalan bersama Reyna keluar dari kantin tersebut.
"Bi, aku duluan ya," ujar Reyna ketika dia sudah sampai di ruangannya.
"Iya Rey," ucap Abi sambil tersenyum pada Reyna.
Dan setelah Reyna masuk ke dalam ruang kantornya, kemudian Abian melanjutkan jalannya menuju ke arah ruang kantornya yang tak jauh dari ruang kantor Reyna.
__ADS_1
Sementara Bu Dewi yang masih bingung memikirkan cara untuk ngomong ke Abi perihal permintaan Mala itu sedang berjalan mondar mandir ke sana ke mari di ruang tengah.
"Aku harus ngomong sama mereka berdua ini, sama Abi dan juga Reyna biar Reyna tidak salah paham," gumam Bu Dewi lagi yang kemudian meraih ponselnya dan mulai menelpon Abian.
Abian sudah masuk ke dalam kantornya dan mulai duduk di kursi kerjanya dan tiba-tiba ponselnya berdering.
Abian mengambil gawai berbentuk persegi panjang itu yang masih ada di dalam saku celananya.
"Halo, iya ma ada apa?" tanya Abian setelah menerima telepon dari mamanya.
"Mmm ... begini Bi, ada yang mau mama bicarakan sama kamu dan Reyna," kata Bu Dewi.
"Aku dan Reyna?" Abi balik tanya dengan heran.
"Iya Bi," sahut Bu Dewi.
"Soal apa ma?" tanya Abi lagi penasaran.
"Mmm ... kalau soal itu mama gak bisa ceritakan di telepon, nanti saja kalau kalian sudah ada di sini mama akan cerita," ujar Bu Dewi.
__ADS_1
"Oh, oke ma nanti aku akan ajak Reyna ke rumah," ujar Abi.
"Mama tunggu ya Bi," ucap Bu Dewi yang kemudian menutup teleponnya.