
"Mmm ... Oh ya pa, tadi Abi dengar papa ngomong soal uang, memangnya uangnya siapa yang papa bicarakan tadi?" tanya Abian masih penasaran.
"Oh itu Bi, tadi kan papa dapat telpon dari om Hendra katanya besok dia mau main-main kesini sama istrinya," ujar pak Yuda pada Abi.
Abian menganggukkan-anggukkan kepalanya sambil mengerutkan kedua alisnya " Terus apa hubungannya om Hendra dengan uang yang tadi papa bicarakan?" tanya Abi masih penasaran.
"Bi....dulu kan papa pernah bangkrut dan waktu itu om Hendra yang ngasih bantuan dana pada papa agar usaha papa bisa bangkit lagi dan tentunya dana itu bukan jumlah yang kecil dan sekarang om Hendra sama istrinya mau main ke sini padahal selama ini mereka tidak pernah main ke sini, takutnya nanti om Hendra pas kesini ternyata mau nagih uang yang dulu pernah buat bantu usaha papa," ucap Bu Dewi pada Abian.
"Berapa nominal uang yang di berikan om Hendra untuk bantu usaha papa yang bangkrut waktu itu ma?" tanya Abi lagi.
"Seratus juta," ucap Bu Dewi pada Abi.
Abian mengangguk-anggukkan kepalanya" Banyak juga ma," ujar Abian sambil mengerucutkan bibirnya menatap mamanya.
"Iya nominal yang sangat besar dan papa tidak punya uang sebanyak itu kalau misalkan om Hendra menagih uang itu," kata pak Yuda dengan wajah kalut.
"Mudah-mudahan saja mereka kesini besok tidak membicarakan soal uang itu pa," ucap Bu Dewi mencoba menenangkan suaminya.
__ADS_1
"Iya ma, mudah-mudahan saja," jawab pak Yuda sambil menarik nafas dalam-dalam.
**********
Keesokan harinya di rumah Mala
Pagi ini Mala sudah bersiap-siap untuk berangkat ke kantor dan terlebih dahulu dia sarapan bareng papa dan mamanya.
"Oh ya ma, jadi kapan mama dan papa main ke rumah nya om Yuda?" tanya Mala pada mamanya ketika mereka sedang sarapan pagi di meja makan .
"Beneran ma, pa!?" pekik Mala menatap mama dan papanya.
"Iya beneran," kata Bu Vita tersenyum pada Mala.
"Mudah-mudahan saja, om Yuda dan Tante Dewi setuju dengan rencana mama," kata Mala tersenyum pada mamanya.
Setelah menyelesaikan sarapan pagi kemudian Mala pamitan pada mama dan papanya untuk berangkat kerja.
__ADS_1
"Ma, pa, aku berangkat dulu ya!!" teriak Mala sambil berjalan meninggalkan meja makan itu.
"Hati-hati Mala," ujar Bu Vita.
"Yuk pa, kita berangkat juga ke rumah Yuda," ajak Bu Vita pada suaminya.
"Iya ma," ucap pak Hendra yang kemudian bangkit dari kursi nya.
Lalu Bu Vita dan pak Hendra bergegas berjalan menuju ke garasi mobil dan tak lama kemudian pak Hendra sudah membawa mobilnya keluar dari rumah mereka.
Setelah beberapa menit dalam perjalanan akhirnya pak Hendra dan Bu Vita sampai juga di rumah Abian.
"Pa! sepertinya di luar ada suara mobil masuk ke halaman rumah kita," ujar Bu Dewi pada pak Yuda ketika mendengar suara mobil yang datang.
"Mungkin itu mobil Hendra ma, ayo ma kita lihat," ajak pak Yuda pada istrinya.
Kemudian mereka pun berjalan bersama menuju ke depan rumah, dan dari dalam mobil Avanza hitam itu keluar pak Hendra dan istrinya Bu Vita.
__ADS_1