Dua Cinta Untuk Abian

Dua Cinta Untuk Abian
Bab. 35


__ADS_3

"Bagaimana Bi? masih sakit kepalanya?" tanya Reyna sambil masih memijit kepala Abian.


"Udah agak enakan Rey," ujar Abian sambil mengulas senyumnya.


"Syukurlah," ucap Reyna.


Tiba-tiba gawai pipih milik Reyna yang berwarna cappucino itu berdering, Reyna menerima panggilan masuk itu dan berbicara dengan orang yang sedang menelponnya.


"Iya pak, saya ke sana sebentar lagi," ucap Reyna dengan nada sopan.


Abian memperhatikan Reyna yang sedang berbicara di telpon itu dan pikiran Abian kemana-mana dan ketika Reyna sudah menutup gawai nya Abian langsung bertanya dengan nada sedikit cemburu pada Reyna.


"Itu Dewa?" tanya Abian.


"Iya Bi, pak Dewa menyuruhku untuk membawakan laporan keuangan ke ruangannya sekarang," tutur Reyna pada Abian.

__ADS_1


"Rey, kalau Abian macam-macam sama kamu bilang aku ya," ujar Abian sambil menatap Reyna.


"Iya Bi, aku pergi ke ruangannya pak dewa dulu ya," pamit Reyna sambil tersenyum pada Abian.


"Ya," jawab Abian.


Kemudian Reyna melangkah pergi meninggalkan Abian sendiri di ruang kantornya.


Beberapa menit setelah kepergian Reyna dari ruang kantor Abian, tiba-tiba Mala masuk ke dalam ruangannya Abian sambil membawa sebungkus makanan dan minuman.


"Abi, bagaimana kepalamu apa masih sakit?" tanya Mala sambil berjalan mendekat ke arah Abian yang sudah berpindah duduk di kursi kerjanya.


Wajah Mala sedikit berubah agak kecewa karena Reyna sudah terlebih dulu yang memberikan perhatian pada Abian.


"Oh, Reyna sudah kesini tadi baguslah, oh ya Bi ini aku bawakan makanan dan minuman untuk kamu," Reyna menyodorkan paper bag yang berisi makanan dan minuman di atas meja Abian.

__ADS_1


"Gak usah repot-repot Mala, tadi Reyna sudah bawakan aku roti," lagi-lagi Abian menyebut nama Reyna yang seolah sudah menjadi pahlawan untuk dirinya.


Mala mengerucutkan bibirnya menahan rasa kesal karena perhatian yang ia tawarkan pada Abian selalu di abaikan karena Reyna sudah lebih dulu memberikan perhatian nya pada Abian.


"Mmm ... enggak kok Bi aku gak repot, aku malah senang bisa melakukan ini buat kamu itung-itung membalas kebaikan kamu yang pernah nolongin aku waktu itu," Mala beralibi.


"Ya," jawab Abian tersenyum tipis.


"Oke, kalau gitu aku keluar dulu Bi, jangan lupa makanan dan minumannya di makan ya," ujar Mala mengingatkan Abian.


"Ya," jawab Abian.


Kemudian Mala berjalan keluar dari ruang kantor Abian menuju ke ruangan nya.


"Kenapa sih selalu saja Reyna yang terdepan buat Abian, padahal kan tadi sebelum Reyna datang aku sudah ke ruangannya Abian dia sakit kepala tadi dan aku juga sudah nawarin mau di buatin apa ke Abian tapi....Abian nya gak mau sedangkan giliran Reyna yang ke sana Abian malah mau, hughh.... kesel deh kalo gini, tapi ... emang iya sih Abian dan Reyna kan udah pacaran tapi kan gak ada salahnya juga dong kalau aku juga pingin jadi pacarnya Abian, lagian mereka kan belum nikah jadi kan sah-sah aja," gerutu Mala sambil mengerucutkan bibirnya berjalan kesana kemari di dalam ruang kantornya.

__ADS_1


Sementara Reyna sudah siap membawa semua laporan keuangan yang di minta pak Dewa tadi.


Pak Dewa adalah salah satu wakil manager di perusahan Reyna dan Abian yang usianya hampir sama dengan Abian sekitar tiga puluhan.


__ADS_2