
Abi dan Reyna tidak menemukan siapapun di ruang tamu itu.
Dan tiba-tiba terdengar suara yang menyuruh Abi untuk masuk ke dalam ruang tengah.
" Masuklah ke ke sini ke ruang tengah ini!!" ujar suara itu.
Lalu Abi dan Reyna berjalan masuk ke dalam ke ruang tengah.
Dan ketika Abi dan Reyna sudah berada di ruang tengah betapa terkejutnya Abi melihat papanya yang duduk di sebuah kursi dalam keadaan terikat kedua tangannya di kursi itu.
"Papa!!!" teriak Abi ketika melihat pak Yuda.
"Jangan mendekat dan tetap diam di tempat!!" teriak pak Hendra pada Abi.
Abi dan Reyna melihat ke arah pak Hendra yang tiba-tiba muncul ke hadapan mereka.
"Bagus!! Kamu datang juga akhirnya Abi!!" ucap pak Hendra lagi sambil melihat ke arah Abi dan Reyna berdiri.
__ADS_1
"Om tolong lepaskan papa," pinta Abi pada pak Hendra.
"Lepaskan!!? Hahahaha.....," pak Hendra tertawa dengan keras mendengar permintaan Abian.
Reyna dan Abi jadi diam melihat pak Hendra yang tengah mengejek mereka.
"Kamu mau aku lepaskan papa mu? Bayar dulu semua hutangnya padaku!!"bentak pak Hendra pada Abi.
"Om, aku minta tolong beri aku waktu sehari ini saja, aku janji akan bayar semua hutang papa," pinta Abi pada pak Hendra.
"Waktu yang aku berikan kemaren sudah habis kenapa kamu tidak menggunakannya sebaik mungkin hah!!!
"Tidak bisa!!! waktu yang aku berikan sudah habis Abi !!! dan sesuai kataku kalau kamu tidak bisa membayar sampai batas waktu yang aku tentukan, papa mu akan aku penjarakan," kata pak Hendra.
"Jangan om, jangan," ujar Abi memohon.
"Baiklah kalau kamu tidak mau papa kamu aku penjarakan, sekarang aku kasih kamu pilihan kamu menikah dengan Mala atau papa kamu masuk penjara?" kata pak Hendra menatap Abi tajam.
__ADS_1
"Tidak om aku tidak bisa menikah dengan Mala, aku sudah punya istri!!" ujar Abi.
"Terserah, kamu hanya punya dua pilihan tadi, aku kasih waktu sehari ini saja untuk kamu berpikir dan hubungi aku jika kamu sudah menetap kan pilihanmu, paham!!!" ujar pak Hendra pada Abi.
Abi terdiam, dadanya bergemuruh penuh amarah ingin rasanya dia gampar laki-laki yang sok berkuasa karena hartanya itu.
Tapi Abi masih memikirkan akan keselamatan papanya, dia tidak mau bertindak gegabah.
"Baik om, aku akan pikirkan tawaran yang om ajukan," ujar Abi dengan tegas.
"Bagus! sekarang pergilah dari sini dan pikirkan dengan baik pilihan yang aku ajukan," ucap pak Hendra sambil mencebikkan bibirnya menatap Abi dan Reyna.
"Bawa dia masuk ke dalam kamar itu lagi!!" perintah pak Hendra pada seorang laki-laki suruhannya itu sambil menunjuk pada pak Yuda yang masih terikat di kursi.
Lalu laki-laki itu membawa pak Yuda masuk ke dalam sebuah kamar dan menguncinya dari luar.
Abi yang melihat hal itu seperti di cambuk-cambuk hatinya dan dia bertekad harus melepaskan papanya.
__ADS_1
"Maafkan aku pa, aku harus tinggalkan papa di sini semalam ini saja, aku akan mencari pinjaman uang untuk membayar semua hutang papa," batin Abi sambil terus menatap ke arah kamar di mana papanya di sekap disitu.
Reyna menitikkan air matanya melihat papa mertuanya yang disekap dalam keadaan terikat seperti itu, dia tidak tega melihatnya.