
Lalu Mala dan Dewa pun masuk ke dalam mobil dan mereka pun pergi meninggalkan rumah sakit tempat papanya Abian di rawat.
Sementara di dalam rumah sakit terlihat Abian dan Reyna yang sedang berada di depan kamar pak Yuda.
"Bi, kamu belum makan?" tanya Reyna pada Abian.
"Iya belum," jawab Abian.
"Tante Dewi juga belum makan?"
"Iya, sedari tadi mama gak mau makan dia kepikiran papa terus," ujar Abian sambil menghela nafas panjang.
"Mmm ... kalau begitu aku belikan makan ya, kamu mau makan apa Bi? tanya Mala lagi.
"Gak usah Rey, biar aku cari makan sendiri nanti, kamu di sini saja temani aku," ujar Abian.
"Gak apa-apa Abi, kamu kan capek habis jaga papa kamu di sini mulai kemaren, sekarang kamu istirahat di sini saja biar aku yang cari makanan ya," Reyna membujuk Abian.
"Iya sudah kalau memang kamu memaksa."
__ADS_1
"Nah gitu dong, oh ya mau aku belikan apa?" tanya Reyna.
"Belikan nasi Padang saja ya."
"Terus Tante Dewi di belikan apa?" tanya Reyna lagi.
"Mmm ... sama nasi Padang juga ya," ujar Abian sambil menyandarkan kepalanya pada kursi yang mereka duduki saat ini.
"Kalau begitu aku pergi dulu ya," pamit Reyna pada Abian.
"Ya Rey, hati-hati ya," pesan Abi.
"Ya," jawab Reyna.
Setelah tiba di halaman rumah sakit Reyna terus berjalan mencari warung masakan Padang dan akhirnya ia menemukan juga warung masakan Padang yang terdapat di seberang rumah sakit.
"Nah itu dia warung masakan Padang," ucap Reyna sambil berjalan menuju ke arah warung masakan Padang tersebut.
Setelah sampai di warung itu, kemudian Reyna memesan dua porsi masakan Padang dan setelah selesai membayar, Reyna lalu pergi dan berjalan kembali menuju ke rumah sakit.
__ADS_1
Reyna kembali menyusuri koridor demi koridor rumah sakit dan tak berselang lama dia pun tiba di depan kamar pak Yuda.
Reyna melihat Abi yang sedang menunggunya sampai ketiduran di kursi depan kamar pak Yuda.
Lalu dengan perlahan Reyna menghampiri Abian, Reyna duduk dengan perlahan di samping Abi yang masih tertidur tidak menyadari kedatangannya.
Sesaat Reyna memandangi wajah kekasihnya itu dengan prihatin sambil bermonolog.
"Kasihan Abi, dia pasti kecapekan nungguin papanya, aku jadi gak tega mau bangunin tapi...kalau gak di bangunin dia kan belum makan kasihan juga perutnya kosong," ucap Reyna masih menatap wajah ganteng di depannya itu.
Lalu dengan perlahan Reyna mengulurkan tangan nya dan menepuk-nepuk pergelangan tangan Abian dengan perlahan-lahan takut Abian nanti kaget.
"Bi,Abi....," panggil Reyna dengan suara pelan.
Abian mulai membuka matanya perlahan dan melihat Reyna yang sudah ada di depannya, lalu Abian membetulkan posisi duduknya.
"Kamu sudah tadi Rey?" tanya Abian sambil mengerjap-ngerjapkan matanya menatap Reyna.
"Iya Bi, maaf ya aku terpaksa bangunin kamu tadinya .... aku gak tega lihat kamu ketiduran tapi tadi kamu bilang kan belum makan jadinya aku bangunin kamu Bi, maaf ya," tutur Reyna pada Abi.
__ADS_1
"Gak apa-apa Rey, aku memang sangat mengantuk sekali karena semalam aku tidak bisa tidur nungguin papa," ujar Abian.
"Iya aku mengerti kamu pasti capek sekali, mmm ... kalau begitu kamu makan dulu ya ini tadi aku juga belikan kopi susu biar kamu gak ngantuk lagi."