
"Mmm ... kalian sedang membicarakan sesuatu ya, kalau sekiranya aku mengganggu aku akan keluar dulu saja," ucap Reyna kemudian melihat suasana yang agak tidak nyaman itu.
"Enggak sayang," ujar Abian mencegah Reyna pergi.
Mala melirik ke arah Abian dia merasakan ada sedikit desir kecemburuan mendengar panggilan sayang yang di lontarkan Abian pada Reyna barusan.
"Kamu gak mengganggu, gak ada hal yang penting yang kita bicarakan tadi," ujar Abian.
"Iya betul Rey, aku tadi cuma bilang ke Abian kalau aku mau numpang pulang bareng," kata Mala pada Reyna.
Reyna sedikit mengerutkan kedua alisnya sambil menatap Mala lalu pandangan nya beralih pada Abian.
Abian memahami apa yang ada di pikiran Reyna lalu dengan pelan Abian menganggukkan kepalanya pada Reyna.
"Mmm ... begini Rey, mungkin Abian pernah bercerita padamu tentang peristiwa yang waktu itu aku alami."
"Iya Abi memang sudah menceritakan pada ku," ujar Reyna.
__ADS_1
"Nah masalahnya sekarang Beno datang ke kantor ini dan dia ingin bertemu lagi sama aku, aku jadi takut dan akhirnya aku minta tolong pada Abian untuk melindungi aku lagi dari Beno karena aku yakin pasti Beno akan bertindak kasar lagi sama aku karena mungkin dia tidak terima aku putusin waktu itu."
"Bagiamana sayang, boleh Mala ikut kita masalahnya tadi aku masih menunggu persetujuan dari kamu karena kita kan ada acara sepulang kantor," kata Abian menatap Reyna.
"Boleh Bi, kasihan juga kan Mala kalau nanti terjadi apa-apa lagi sama dia soalnya kan Beno temperamen banget itu orangnya."
"Iya kamu benar sayang."
Mala tersenyum lega mendengar perkataan Reyna.
"Makasih ya Rey kalau begitu aku ambil tas aku dulu," kata Mala sambil berlari keluar menuju ke ruangan nya untuk mengambil tas nya.
"Aku gak apa-apa Bi....kamu tenang saja," ujar Reyna sambil melemparkan senyum nya pada Abian.
Abian tersenyum menatap Reyna dia sangat mengagumi Reyna karena kebaikan hatinya dan itulah yang membuat Abian sangat menyayangi Reyna.
Kemudian mereka bertiga pun berjalan bersama menuju ke luar gedung perkantoran tempat mereka bekerja.
__ADS_1
Di basemen tempat parkiran terlihat seorang laki-laki berbadan tinggi besar dengan kulit sawo matang dengan kaca mata hitam nya tampak sedang berdiri di samping mobil Pajero berwarna hitam, dia adalah Beno mantan pacar Mala yang temperamen itu.
Dari jauh Mala yang melihat Beno mulai bergidik dan takut setengah mati.
"Itu mantan pacar kamu Mala?" tanya Reyna dengan suara pelan berbisik pada Mala.
"Hem," ujar Mala sambil menganggukkan kepalanya.
Abian, Reyna dan Mala berjalan menuju ke arah mobil Abian yang di parkir di area parkiran tersebut tak jauh dari mobil Beno yang parkir di sana juga.
Dengan langkah pongahnya Beno berjalan menghampiri ketiga orang itu sebelum mereka sampai ke mobil Abian.
Abian menghentikan langkahnya di ikuti Reyna dan Mala yang juga menghentikan langkah mereka.
Beno menatap tajam ke arah Mala seolah ingin mencabik-cabik tubuh Mala karena amarah yang tertahan.
Beno tidak memperdulikan keberadaan Abian dan Reyna di sana.
__ADS_1
Beno berjalan mendekat ke arah mereka bertiga dan dengan tatapan congkaknya Beno berkata pada Abian.
"Aku ada urusan dengan Mala," ujar Beno sambil menatap sinis pada Abian.