Dua Cinta Untuk Abian

Dua Cinta Untuk Abian
Bab. 43


__ADS_3

Waktu sudah menunjukkan pukul dua belas siang ini, dan Abian segera menyudahi pekerjaannya karena sudah waktunya jam makan siang.


Sementara Reyna juga sedang bersiap-siap untuk makan siang dengan Abian, lalu Reyna meraih gawai persegi panjang cappucino miliknya itu dan memasukkannya dalam saku blazernya.


Kemudian Reyna berjalan keluar dari ruang kantornya menuju ke ruangan Abian.


Dan tak berapa lama Reyna sudah tiba di depan ruang kantor Abian lalu dengan perlahan Reyna mengetuk daun pintu yang berwarna silver tersebut.


"Masuk!" teriak Abian dari dalam ruang kantornya.


Lalu Reyna membuka pintu ruang kantor itu dan perlahan masuk ke dalam, Abian tersenyum melihat siapa yang datang.


"Bi, jadi kan makan siangnya?" tanya Reyna pada Abian yang masih tersenyum-senyum melihat dirinya.


"Oh jadi dong sayang, ayo kita berangkat," ajak Abian sambil berdiri dan berjalan menghampiri Reyna dan merentangkan tangan kanannya ke belakang membimbing Reyna keluar dari ruang kantornya.

__ADS_1


Reyna mengulas senyumnya karena Abian selalu bersikap manis padanya, kemudian mereka pun berjalan beriringan menuju ke kantin yang ada di dalam gedung perkantoran tempat mereka bekerja.


Dari arah belakang terlihat Dewa yang sedang keluar dari ruang kantornya dan melihat Reyna dan Abian yang sedang berjalan bersama.


"Baru kali ini aku di tolak sama cewek, padahal selama ini banyak cewek-cewek yang datang silih berganti mendekati aku dan tanpa aku minta pun mereka selalu mau kalau aku ajak kemana-mana, tapi tidak dengan Reyna dia sulit untuk di dekati dan ternyata dia tipe cewek yang setia beruntung Abian bisa memiliki Reyna, tapi....sebelum janur kuning melengkung kan sah-sah aja kalau aku juga ingin mendapatkan cinta Reyna," Dewa bermonolog sambil terus menatap Abian dan Reyna yang sudah menghilang dari pandangan matanya.


"Pak Dewa," sapa Mala pada Dewa yang tidak menyadari kehadiran Mala karena tadi masih memikirkan Reyna.


"Mala! kamu ngagetin saja," ujar Dewa yang kaget di sapa Mala tadi.


"Enggak kok gak ada apa-apa Mala," ucap Dewa pada Mala.


"Ah....pak Dewa jangan bohong, saya tahu pasti pak Dewa pasti sedang mikirin cewek ya? siapa lagi sih yang sedang menjadi incaran pak Dewa?" Mala mulai menebak.


"Ah kamu mau tahu saja," ujar Dewa pada Mala.

__ADS_1


"Iyalah pak, apalagi yang ada di pikiran pak Dewa kalau bukan cewek masak iya pak Dewa mikirin cowok," seloroh Mala pada Dewa sambil tersenyum tertahan.


"Jangan ngawur kamu, mana mungkin aku mikirin cowok yang benar saja di sini masih banyak cewek-cewek yang cantik," kata Dewa.


"Di sini!? berarti cewek yang sedang di incar pak Dewa karyawan sini dong!" cecar Mala membuat Dewa sedikit salah tingkah.


"Oh ya Mala, aku mau makan siang, kamu mau ikut?" Dewa mengalihkan pembicaraan.


"Hmmm ... mau dong.... siapa sih yang mau menolak ajakan dari pak Dewa," tutur Mala dengan mengulas senyumnya yang centil menggoda.


"Ya sudah ayo jalan!" ajak Dewa pada Mala.


Kemudian Dewa dan Mala pun berjalan bersama menuju ke kantin belakang kantor.


Sementara Abian dan Reyna yang sudah sampai di kantin dan mereka pun sudah mulai menyantap makan siang nya.

__ADS_1


__ADS_2