Dua Cinta Untuk Abian

Dua Cinta Untuk Abian
Bab. 69


__ADS_3

"Iya," jawab Sandy dengan tegas sambil berdiri berhadapan dengan Reyna.


"Saya Reyna sekretaris pak Dewa," ucap Reyna sambil mengulurkan tangannya pada Sandy.


"Sandy dari CV. mandiri bersama," Sandy menyalami tangan Reyna sambil tersenyum ada sedikit rasa kagum pada Reyna.


"Silahkan duduk pak Sandy," ucap Reyna sambil mengulurkan tangannya ke samping mempersilahkan Sandy.


"Terimakasih," ujar Sandy yang kemudian duduk lagi di sofa lobby tersebut.


"Mmm ... pak Sandy ke sini ada perlu apa ya?" tanya Reyna pura-pura tidak tahu.


"Sebenarnya saya ke sini mau bertemu dengan pak Dewa," kata Sandy sambil tersenyum lagi pada Reyna.


"Mmm ... maaf pak Sandy, kebetulan ini pak Dewa nya tadi mendadak ada pertemuan juga dengan beberapa kolega," Reyna berkata sambil tersenyum dengan ramah pada Sandy.


Sandy mengangguk- anggukkan kepalanya dan terlihat raut mukanya sedikit kecewa lalu dia berkata lagi pada Reyna.


"Mmm ... pak Dewa menemui koleganya di mana ya kalau boleh tahu?" tanya Sandy lagi.


"Mmm ... saya juga tidak tahu sih pak, masalahnya tadi pak Dewa cuma bilang ke saya kalau mau keluar, gitu aja," ucap Reyna berbohong lagi.


"Oke gak masalah, saya bisa kesini lain waktu aja," ujar Sandy tersenyum lagi dengan ramah.

__ADS_1


"Iya, maaf ya pak," ucap Reyna dengan ramah.


"Gak apa-apa, kalau begitu saya pamit aja," ujar Sandy.


"Iya pak," Reyna menganggukkan kepalanya dengan sopan.


Kemudian pak Sandy pergi meninggalkan lobby tersebut, sementara Reyna langsung bergegas mau balik ke arah ruangannya.


Sementara itu di dalam ruang kantor Mala terlihat Mala sedang berjalan mau keluar tapi sepertinya dia masih berpikir sesuatu sebelum beranjak keluar dari ruang kantornya.


"Mmm ... sepertinya hari ini Abian sudah ngantor, tadi aku dengar sepertinya Abian sedang berbicara dengan pak Dewa di depan ruangannya Reyna," Mala bermonolog sambil mengerutkan kedua alisnya.


Kemudian Mala bergegas menuju pintu dan lalu keluar dari ruangannya hendak ke ruang kantor Abian.


"Tok, tok, tok.......!"


"Masuk!" jawab Abian dari dalam ruangannya.


Mala tersenyum dan bergegas membuka pintu kantor Abian, lalu dia segera masuk ke dalam.


"Bi, kamu sudah ngantor hari ini!" pekik Mala pada Abian yang sedang duduk di kursi kerjanya.


"Iya," jawab Abian setelah tahu siapa yang datang.

__ADS_1


"Mmm ... papa kamu bagaimana keadaannya?" Mala mencari bahan pembicaraan.


"Baik, kondisi papa semakin membaik," ucap Abian sambil memaksakan senyumnya pada Mala.


"Benarkah! aku jadi ikut senang mendengarnya," ujar Mala sambil melebarkan senyumnya pada Abian.


"Iya," jawab Abi.


Hening sesaat


Mala menatap Abian yang sepertinya gak mau banyak omong padanya dan sampai akhirnya Abian berkata pada Mala.


"Oh ya Mala."


"Hmm," Mala menatap Abian menunggu apa yang akan Abian katakan padanya.


"Papa aku mau ketemu sama kamu, jadi...kamu di minta untuk datang ke rumah," tutur Abian pada Mala.


"Haa.... benarkah papa kamu meminta aku untuk datang ke rumahmu!?" pekik Mala kegirangan.


"Iya," ucap Abi.


"Mmm ... bagaimana ini ya aku harus bilang ke Abi kalau aku hari ini gak bawa mobil dan aku ikut sama Abian saja kalau ke rumahnya nanti," Mala membatin dalam hatinya.

__ADS_1


"Baiklah Bi, dengan senang hati aku akan ke rumahmu," ujar Mala sambil tersenyum pada Abian.


__ADS_2