
"Tapi....masalahnya hari ini aku gak bawa mobil, jadi aku ikut kamu aja ya Bi?" rengek Mala pada Abian.
"Ya," jawab Abian.
"Hah.... aku gak salah dengar ini Bi? aku boleh semobil sama kamu dan kita hanya berdua kan....?!" pekik Mala kegirangan.
"Enggak kita bertiga," timpal Abian.
Mala membolakan matanya dengan sempurna menatap Abian setelah mendengar ucapan Abian barusan.
"Bertiga!?" tanya Mala pada Abi.
"Ya, bertiga dengan Reyna," jawab Abian mematahkan cita-cita Mala untuk bisa berduaan dengannya.
Mala mencebikkan bibirnya sambil berkata dengan nada agak kecewa "Oh Reyna ikut juga ya," ucapnya.
"Ya," kata Abi.
"Mmm ... ya udh, kalau gitu aku balik ke ruangan aku dulu ya Bi," kata Mala sambil beranjak pergi dari ruangan Abi.
__ADS_1
"Ya."
Kemudian Mala keluar dari ruang kantor Abian dan berjalan menuju ke ruang kantornya, Mala menghempaskan tubuhnya di atas kursi kerjanya sambil mengerucutkan bibirnya dan bergumam sendiri.
"Hmm ... sebenarnya ini adalah kesempatan yang sangat bagus buat aku untuk bisa berduaan dengan Abi, tapi....kenapa malah Reyna ikut juga sih, ya... memang Reyna pacarnya Abian tapi kan....ini kesempatan baik untuk bisa berduaan dengan Abi, aku harus pikirin cara supaya aku bisa berdua dengan Abi nanti," mulai keluar pikiran picik Mala.
Reyna sudah memasuki ruang kantornya dan mulai mengerjakan pekerjaan kantor, tiba-tiba pak Dewa muncul ke dalam ruang kantornya menanyakan perihal pak Sandy tadi yang sudah Reyna temui.
"Bagaimana Rey dengan pak Sandy?" tanya Dewa pada Reyna.
"Pak Sandy bilang gak apa-apa meski gak ketemu pak Dewa sekarang tapi lain kali aja katanya," tutur Reyna pada Dewa.
"Iya pak, sama-sama," ucap Reyna.
Kemudian Dewa keluar dari ruang kantor Reyna dan berjalan menuju ke ruangannya.
Waktu sudah menunjukkan pukul empat sore ini, Abian segera membereskan semua pekerjaannya dan segera beranjak dari tempat duduknya sambil meraih kunci kontak mobilnya yang di letakkan di atas meja kerjanya.
Abian keluar dari ruang kantornya dan terlihat di seberang sana ada Mala yang juga baru keluar dari ruang kantornya.
__ADS_1
Mala melihat Abian yang sedang berjalan menuju ke ruang kantor Reyna, lalu dengan bergegas Mala mengejar Abian.
"Bi, tunggu!" panggil Mala pada Abian.
Abian menghentikan langkahnya dan melihat ke arah Mala yang sedang berlari menuju ke arahnya.
"Ada apa Mala?" tanya Abian setelah Mala berdiri di hadapannya.
"Bareng dong Bi...kan katanya kamu ngajak aku ke rumahmu," ucap Mala merajuk pada Abian.
"Ya," ucap Abian yang kemudian masuk ke dalam ruang kantor Reyna.
Di dalam kantor terlihat Reyna masih mengutak-utik keyboard komputernya, lalu Abian berjalan mendekat ke arah Reyna yang tidak menyadari akan kedatangannya sementara Mala juga mengikuti Abian dari belakang masuk ke dalam ruang kantor Reyna.
"Rey," panggil Abian dengan halus takut mengganggu Reyna yang sedang fokus dengan pekerjaannya.
Reyna menghentikan tangannya yang sedang mengutak-utik keyboard komputernya dan menoleh pada Abian yang sudah berdiri di hadapannya.
"Eh Bi, ada apa?" tanya Reyna tanpa sadar kalau sekarang sudah waktunya pulang.
__ADS_1
"Rey, ini sudah pukul empat lewat lima belas menit dan kamu masih sibuk dengan pekerjaan mu," ucap Abian.