
Reyna yang berada di belakang Abian dan Mala juga ikut mendengarkan apa yang di katakan Beno pada Mala barusan.
"Minggir aku mau lewat," ucap Mala menghardik Beno yang masih berdiri di depan Abian dan Mala.
"Hmmm ... sepertinya ada cewek yang lagi sendirian di belakang kalian ya," ucap Beno sambil melihat ke belakang ke arah Reyna.
Lantas Beno berjalan mendekati reyna
sambil berkata pada Reyna ," Kenalkan aku Beno," ujar Beno sambil mengulurkan tangannya pada Reyna.
Sesaat Reyna diam dan Abi menoleh pada Beno dengan perasaan kesal karena ulahnya itu.
"Hey kamu cantik juga ya," lanjut Beno sambil terus mendekat ke arah Reyna.
"Jangan mendekat dan jangan ganggu dia!" teriak Abi pada Beno dengan wajah marah.
"Kenapa kamu jadi marah, ada urusan apa kamu sama cewek ini!"ucap Beno pada Abi.
Abian diam tidak menjawab pertanyaan dari Beno, Abi menatap Beno dengan tatapan kesal.
__ADS_1
"Minggir Beno! kita mau lewat,"kata Mala pada Beno.
"Oke," ucap Beno sambil mengangkat kedua tangannya sambil mencibirkan bibirnya pada Mala.
Kemudian Beno berjalan minggir memberi lewat pada Mala dan yang lainnya.
Lalu Mala, Abian dan Reyna berjalan melewati Beno yang masih berdiri di pinggir.
Beno memperhatikan Mala, Abian dan Reyna yang sedang berjalan beriringan menuju ke ruangan mereka masing-masing.
"Bi, aku masuk duluan ya," ucap Reyna ketika sampai di ruang kantornya.
Lalu Reyna menoleh pada Mala yang masih berdiri di samping Abian " Mala aku duluan ya," ucap Reyna pada Mala.
"Iya," ucap Mala.
Kemudian Reyna membuka pintu ruang kantornya dan tak lama kemudian dia sudah masuk ke dalam ruangan nya.
"Aku rasa Beno sudah pergi, jadi kamu gak usah bareng aku lagi, kita berjalan sendiri-sendiri saja," ujar Abian pada Mala.
__ADS_1
Mala mencibirkan bibirnya menatap Abian sambil berkata padanya " Oke."
Lalu Abian bergegas berjalan menuju ke ruangan nya dan meninggalkan Mala yang masih berdiri di situ.
"Hmm ... Abi...Abi, aku senang sekali hari ini, Karena bisa berjalan di samping kamu tadi dan alangkah bahagianya aku seandainya aku bisa setiap hari berjalan di samping kamu," gumam Mala sembari memperhatikan Abian yang sudah menghilang dari pandangan matanya.
Abian sudah memasuki ruang kantornya,dia lalu berjalan menuju ke meja kerjanya dan duduk di atas kursi kerjanya sambil mengingat kejadian tadi waktu Beno mencoba menggoda Reyna.
"Dasar Beno, awas saja kalau dia berani godain Reyna, kalau bukan karena papa gak mungkin aku mau ngelakuin ini," gerutu Abian sambil mengerutkan kedua alisnya menahan amarahnya.
Mala masuk ke dalam ruangannya dan kemudian dia duduk di kursi kerjanya sambil tersenyum sendiri " Ternyata ada untungnya juga kalau Beno selalu memata-matai aku, karena dengan begitu aku bisa selalu berduaan dengan Abian seperti tadi itu...," ujar Mala senang.
Sementara Beno masih ada di sekitar kantor Reyna dan dia sedang duduk-duduk di lobby kantor tersebut.
Terlihat Dewa sedang berjalan menuju ke arah lobby dan ternyata Dewa menemui Beno yang ada di lobby itu juga.
"Permisi, benar dengan mas Beno?" tanya Dewa ketika sudah berada di dekat Beno.
Beno mendongakkan kepalanya dan melihat Dewa yang sedang berdiri di depannya.
__ADS_1