
"Reyna ma," kata Abian.
"Reyna? ngapain sepagi ini, apa dia gak ke kantor?" tanya Bu Dewi agak heran sambil menatap Abian.
"Reyna kesini mau ngantar sarapan buat aku dan mama."
Bu Dewi tersenyum tanpa berkata apa-apa, lalu dia melihat Abian sudah keluar dari kamar untuk menemui Reyna.
Setelah membuka pintu kamar, Abian melihat Reyna sedang berdiri di depan kamar papanya sambil menenteng paper bag.
"Rey, kamu ngapain kok repot-repot ke sini bawa makanan buat aku sama mama," kata Abian sambil mendekat ke arah Reyna.
"Gak apa-apa Bi, aku gak repot kok tadi di bantuin masak sama bik Sum," ujar Reyna sambil mengulas senyumnya.
"Kamu," ucap Abian sedikit gemas pada Reyna.
"Kalau begitu ayo masuk ke dalam," ajak Abian pada Reyna.
"Mmm ... gak usah aku mau langsung berangkat saja Bi," tolak Reyna sambil tersenyum takut Abi tersinggung.
"Rey, kamu gak pingin lihat papa aku, papa sudah siuman Rey," ujar Abi sambil menampakkan riak kebahagiaan di wajahnya.
"Benarkah! pak Yuda sudah siuman!" pekik Reyna senang.
"Iya Rey."
__ADS_1
'Syukurlah kalau pak Yuda sudah siuman."
"Ayo masuk Rey," ajak Abi sambil membimbing Reyna masuk ke dalam kamar papanya.
Setiba di dalam kamar, Reyna melihat Bu Dewi yang sedang mengusap wajah pak Yuda dengan tisu basah sepertinya Bu Dewi sedang membersihkan wajah suaminya itu.
Reyna menoleh pada Abian yang berdiri di sampingnya, Abian menganggukkan kepalanya memberi isyarat pada Reyna.
Lalu dengan perlahan Reyna maju lebih mendekat ke arah Bu Dewi.
"Tante, ini...Reyna bawakan makanan untuk sarapan Tante sama Abian, tapi ini masakannya seadanya Tante," ujar Reyna dengan perlahan sambil menyodorkan paper bag itu pada Bu Dewi.
Bu Dewi menerima paper bag yang di sodorkan Reyna," kamu ngapain repot-repot bawain makanan buat Tante sama Abian?" ujar Bu Dewi pada Reyna.
"Gak apa-apa Tante, tapi...sebelumnya Reyna minta maaf kalau nanti masakannya gak enak Tante," ucap Reyna khawatir.
Reyna mengangguk sambil tersenyum mendengar perkataan Bu Dewi.
"Kamu gak ke kantor hari ini Rey?" tanya Bu Dewi lagi.
"Iya Tante, habis ini Reyna berangkat ke kantor," ucap Reyna.
Abi mendekati Reyna dan berdiri di sampingnya sambil berkata padanya
"Aku antar kamu ke kantor ya Rey," ujar Abi pada Reyna.
__ADS_1
"Gak usah Bi, aku naik taxi saja kamu di sini saja nemani Tante Dewi jagain papa kamu," ujar Reyna.
"Gak apa-apa Reyna, biar Abi saja yang ngantar kamu ke kantor," ujar Bu Dewi juga pada Reyna.
"Mmm .... tapi nanti Tante sendirian di sini."
"Gak apa-apa, lagian papanya Abi sudah baikan kondisinya sekarang."
Reyna menoleh pada pak Yuda yang mendengar pembicaraan mereka sedari tadi.
Reyna tersenyum pada pak Yuda yang melihatnya sambil berkata padanya.
"Om...Reyna doakan semoga om lekas sembuh ya," ucap Reyna dengan lirih pada pak Yuda.
Pak Yuda mengembangkan senyumnya menatap Reyna sambil menganggukkan kepalanya.
"Rey, ini sudah jam delapan, aku antar kamu ke kantor sekarang ya biar gak terlambat nanti," ujar Abian.
Reyna mengangguk, lalu Reyna pamitan pada Bu Dewi dan pak Yuda.
"Tante, saya pamit pulang dulu."
"Iya, Rey," jawab Bu Dewi.
Lalu Reyna menoleh pada pak Yuda dan pamitan juga pak Yuda.
__ADS_1
"Om, saya pulang dulu," ujar Reyna.
"Iya," jawab pak Yuda lirih.