Dua Cinta Untuk Abian

Dua Cinta Untuk Abian
Bab. 118


__ADS_3

Pagi ini Reyna sudah terbangun dari tidurnya dan dia melihat Abi yang masih tertidur dengan pulas di sebelahnya.


Reyna tersenyum menatap sang suami, lalu ia beranjak turun dari tempat tidur dan melangkah ke kamar mandi.


Reyna sudah selesai mandi dan dia melihat Abian masih tertidur dengan pulas.


Lalu Reyna berjalan mendekati Abi dan duduk di sampingnya.


"Bi..., bangun sudah pagi," ucap Reyna sambil memegang tubuh Abian.


Abian menggeliat dan perlahan ia membuka matanya.


"Sudah siang Abi...ayo bangun dan segera mandi,"ujar Reyna sambil tersenyum.


"Ya," jawab Abi sambil tersenyum juga dan langsung bangkit dari tidurnya.


Lalu Abi berjalan menuju ke arah kamar mandi, sementara Reyna merapikan tempat tidur.


Setelah Abi dan Reyna berpakaian rapi, mereka segera keluar dari kamar untuk sarapan pagi bareng dengan papa dan mama Abi.


"Pagi ma, pa," sapa Abi pada mama dan papanya.

__ADS_1


Reyna juga tersenyum sambil menganggukkan kepalanya dengan ramah pada papa dan mama mertuanya itu.


Abi menarik kursi dan mempersilahkan Reyna untuk duduk.


Setelah Reyna duduk, Abi pun segera duduk di kursi di samping Reyna.


Pak Yuda menatap Abian sambil berkata padanya " Bagaimana Bi, apa kamu sudah mendapatkan pinjaman?" tanya pak Yuda dengan cemas.


"Semalam Dewa bilang mau mengusahakan pa," ujar Abi.


"Mudah-mudahan Dewa bisa memberikan pinjaman itu," pak Yuda menatap Abi dengan tatapan cemas.


"Iya pa, mudah-mudahan saja,"kata Abi .


Di dalam ruang kantornya terlihat Dewa sedang mengutak-utik ponselnya untuk mengecek saldo rekeningnya.


"Sepertinya saldo di rekening ku cukup untuk membantu Abian," gumam Dewa setelah melihat saldo di rekeningnya.


Tiba-tiba saja ponsel Dewa berdering dan terdengar suara seorang perempuan yang berbicara.


"Dewa,kamu ada di mana !?" tanya perempuan yang menelponnya itu.

__ADS_1


"Ada di kantor Tan , kenapa Tan ?" tanya Dewa yang kaget mendapat telpon dari Bu Vita mamanya Mala yang juga tantenya sendiri itu.


"Tante peringatkan sama kamu Dewa, jangan sekali-kali kamu memberikan bantuan uang sepeser pun pada Abian, ngerti!!" pekik Bu Vita pada Dewa.


Dewa mengerutkan keningnya dia tidak mengerti dengan maksud Bu Vita kenapa mengancamnya seperti itu.


"Memangnya kenapa Tante?" tanya Dewa penasaran.


"Sudahlah kamu gak perlu tahu soal itu," ujar Bu Vita lagi.


"Tapi Tan....Abi adalah teman ku dan dia pernah juga menolong aku sewaktu aku butuh bantuan dari dia," bela Dewa soal Abian.


"Gak usah membalas budi baik dari Abian karena dia orang yang sangat tidak menghargai bantuan dari orang lain, dan jangan sekali-kali membantah perintah Tante paham kamu Dewa!!"


"Tapi Tan...aku gak ngerti apa yang Tante bicarakan," kata Dewa.


Bu Vita terdengar mendengus kesal di telepon lalu ia berkata lagi pada Dewa


" Kalau kamu memaksa untuk memberikan bantuan pada Abian lihat saja nanti Tante akan tarik semua saham Tante yang ada di perusahaan kamu itu!!! Paham kamu!!!" Bu Vita mulai meradang lalu dia menutup telepon nya itu.


Dewa mengerutkan kedua alisnya mendengar Bu Vita yang sangat marah sekali sampai mengancamnya sebegitu kejamnya.

__ADS_1


"Apa sebenarnya yang terjadi sampai Tante Vita tidak mengijinkan aku membantu Abian?" gumam Dewa.


"Apa Abian pernah melakukan kesalahan yang sangat besar sampai Tante Vita sangat marah sekali padanya," Dewa masih penasaran.


__ADS_2