
"Bi," Reyna berjalan mendekat ke arah Abian.
Abian tetap berdiri tidak bergeming di tempatnya sambil terus menatap pada Mala.
"Bi, jaga emosi kamu," ujar Reyna pada Abian.
"Gak bisa Rey, aku gak bisa membiarkan Mala merayu kamu hanya untuk memenuhi permintaan nya yang gak masuk akal itu," ujar Abi menatap dengan tajam pada Reyna.
"Iya aku tahu itu Bi," ucap Reyna.
Mala yang masih ada di tempat itu dengan perlahan berjalan mendekat ke arah Abian dan Reyna.
Dengan sinis Mala berkata pada Abian "Oke kalau kamu memang tidak mau memenuhi permintaan ku dan papa, tadi kamu bilang mau membayar semua bantuan yang telah aku dan papaku berikan pada papa mu, aku minta besok juga kamu harus melunasi semuanya, kalau tidak tanggung sendiri nanti apa yang akan terjadi pada keluarga kamu Bi, camkan itu!!!" ancam Mala pada Abian.
Lalu Mala keluar dari ruang kantor Reyna sambil membanting dengan keras daun pintu ruang kantor Reyna.
__ADS_1
Abian mengerucutkan bibirnya setelah mendengar ancaman dari Mala.
"Bi,bagaimana ini....???" Reyna panik dan takut.
"Kamu yang tenang ya Rey, semua akan baik-baik saja dan itu hanya gertakan Mala saja," ucap Abi sambil menggenggam tangan Reyna.
"Aku takut Mala dan keluarganya benar-benar akan mencelakai keluarga kamu Bi, kamu jangan anggap enteng ancaman Mala itu,"Reyna mengayun-ayunkan lengan Abi dengan wajah paniknya.
"Kita berdoa Rey, mudah-mudahan itu semua tidak akan terjadi ya," Abi menatap Reyna seolah ingin memberikan rasa aman padanya.
Reyna akhirnya mengangguk perlahan meski di dalam hatinya masih was-was akan ancaman yang Mala ucapkan tadi pada Abian.
Abian mengemudikan mobilnya perlahan meninggalkan area basemen menuju ke arah rumahnya.
Selama dalam perjalanan Reyna dan Abian diam saja, mereka berdua hanyut dalam pikiran masing-masing.
__ADS_1
"Mudah-mudahan papa dan mama bisa mengerti dan menyetujui permintaanku nanti," batin Abian dalam hatinya.
"Aku tidak tahu harus berbuat apa saat ini, aku memang menginginkan pernikahan ini terlaksana, tapi....tidak dalam keadaaan yang seperti ini, ya Tuhan....tolonglah kami .... berikanlah jalan keluar untuk permasalahan yang sangat rumit ini....," Reyna berkata dan berdoa dalam hatinya.
Tak berapa lama kemudian mobil Abian sudah memasuki halaman rumahnya dan jantung Reyna semakin kencang berdegup, tubuhnya terasa berat untuk bangkit.
Abian mematikan mesin mobilnya dan sesaat dia menoleh pada Reyna dan menatapnya sejenak.
Reyna juga menatap Abian dan mereka saling menatap dalam diam, lalu Abian meraih lengan Reyna dan berkata padanya " Ayo Rey," ujar Abi.
Reyna menganggukkan kepalanya perlahan, lalu mereka berdua pun keluar dari mobil dan berjalan menuju ke rumah Abian.
Abi membimbing Reyna berjalan masuk ke dalam rumahnya dan setelah tiba di ruang tengah Abian menyuruh Reyna untuk duduk "Tunggu sini ya Rey, aku cari mama dan papa dulu," ucap Abi lalu masuk ke dalam.
"Bik, mama dan papa kemana?" tanya Abi pada bibik yang melintas di ruang tengah.
__ADS_1
"Tadi sepertinya masuk kamar semua den," kata bibik pada Abian.
"Oh ya udah makasih ya bik," Abi langsung berjalan ke arah kamar papa dan mamanya.