Dua Cinta Untuk Abian

Dua Cinta Untuk Abian
Bab. 64


__ADS_3

Pagi ini Reyna memasak lagi untuk di kirim ke rumah sakit buat sarapan Abian dan mamanya.


"Sudah selesai, mudah-mudahan Abian suka dengan rendang masakan aku," ucap Reyna tersenyum sendiri.


Bibik yang memperhatikan Reyna tersenyum sendiri lantas berjalan menghampiri Reyna.


"Non Reyna kelihatan senang banget, kenapa non?" tanya Bik Sum pada Reyna.


"Eh bibik....ini loh aku berharap mudah-mudahan Abian suka dengan rendang hasil olahan aku ini bik," ucap Reyna sambil menunjuk ke arah rendang yang sudah di tatanya ke dalam rantang makanan.


"Pasti mas Abi suka non, soalnya kan yang bibik ajarkan pada non resep orang tua dahulu jadi di jamin enak non," kata bibik sambil mengacungkan jempol nya pada Reyna.


"Mmm ... tapi tadi rendang yang aku masak enak kan bik?" tanya Reyna agak ragu dengan cita rasa masakannya.


"Sudah mantap non, ini kan sudah yang ke sekian kalinya non Reyna bikin rendang sendiri," ujar bibik tersenyum.


"Iya tapi kan resepnya tetep dari bibik.....," Reyna tersenyum menatap wanita paruh baya itu yang sudah mengajarinya beraneka macam resep masakan tempo dulu.


Dan mereka berdua pun tertawa bersama, lalu Reyna pamitan pada Bik Sum untuk berangkat

__ADS_1


"Bik, aku berangkat sekarang ya?" ucap Reyna pada bibik sambil meraih rantang makanan yang ada di atas meja itu.


"Iya non, hati-hati ya," pesan bibik.


Reyna menganggukkan kepalanya dan bergegas pergi meninggalkan bibik yang ada di ruang tengah.


Taxi sudah menunggu Reyna di teras, Reyna lantas masuk ke dalam taxi dan tak berselang lama taxi itupun mulai bergerak meninggalkan rumah Reyna.


Tepat pukul tujuh pagi ini Reyna sudah menapakkan kakinya di rumah sakit tempat pak Yuda yang masih di rawat.


Reyna sudah sampai di depan pintu kamar pak Yuda, lalu dia menelpon Abian terlebih dahulu sebelum masuk.


"Iya Rey," jawab Abian sambil berjalan keluar kamar menemui Reyna.


"Bi, ini aku bawakan sarapan untuk kamu dan mama kamu," ujar Reyna sambil menyodorkan paper bag yang berisi rantang makanan itu pada Abi.


"Makasih Rey, tapi...untuk besok kamu jangan ngirimin aku dan mama makanan lagi ya," ujar Abian pada Reyna setelah menerima paper bag dari Reyna.


"Kenapa?" tanya Reyna mengerutkan kedua alisnya menatap Abian.

__ADS_1


"Kata dokter hari ini papa sudah boleh pulang karena kondisi papa sudah semakin membaik," ucap Abi sambil tersenyum senang.


"Syukurlah," ucap Reyna sambil tersenyum senang menatap Abian.


"Iya Rey, tapi...," Abi tidak melanjutkan kata-katanya.


Reyna kembali mengerutkan alisnya menatap Abian sambil bertanya padanya " Tapi apa Bi?"


Abian menipiskan bibirnya sambil menatap Reyna, Reyna menunggu Abian menjawab pertanyaan nya.


"Mmm ... begini Rey, tadi papa bilang ke aku kalau dia pengen ketemu Mala dan mau mengucapkan terimaksih karena sudah mendonorkan darahnya pada papa," ujar Abi.


"Ya, gak apa-apa kan Bi, papa kamu berarti kan menghargai atas apa yang telah Mala berikan pada papa kamu," ucap Reyna.


"Iya sih, tapi masalahnya papa bilang ke aku kalau aku yang harus bawa Mala ke rumah," Abian mengerutkan keningnya menatap Reyna.


"Mmm ... gitu ya," kata Reyna sambil menipiskan bibirnya menatap Abian.


"Bagaimana Rey menurut kamu?" tanya Abi pada Reyna.

__ADS_1


__ADS_2