
Tepat pukul satu malam ini mobil Abian sudah memasuki halaman rumah nya.
Dengan langkah kaki yang enggan sekali Abi turun dari mobilnya dan berjalan menuju ke rumahnya.
Abi mulai membuka pintu rumah itu dan berjalan masuk ke dalam.
Ketika tiba di ruang tengah Abi melihat istrinya, Reyna sedang duduk sambil tertidur.
Abi berjalan mendekati Reyna ia pandangi wajah istrinya itu.
"Kasihan Reyna, pasti sedari tadi dia nungguin aku pulang," ucap Abi yang kemudian membopong tubuh Reyna masuk ke dalam kamar mereka.
Sebelum masuk ke dalam kamarnya Abi melihat ke sekeliling ruangan.
" Mama tidak kelihatan, pasti mama juga sudah tidur," gumam Abi.
Lalau Abi melangkah lagi menuju ke kamarnya.
Dan setelah tiba di dalam kamar dengan perlahan dia meletakkan tubuh Reyna di atas tempat tidur.
__ADS_1
Reyna menggeliat dan perlahan ia membuka matanya dan melihat Abi yang sedang duduk di hadapannya.
"Abi, kamu sudah datang?" tanya Reyna.
Abi menganggukkan kepalanya " Iya Rey, kamu tadi ketiduran di kursi ruang tengah," ujar Abi.
"Aku menunggumu pulang Bi," ujar Reyna sambil bangkit dari tidurnya.
Reyna menatap sang suami lalu ia bertanya lagi padanya "Bagaimana Bi? apa pak Kris bisa membantu?" tanya Reyna sambil memegangi lengan Abian.
Abian menggelengkan kepalanya dengan lemah sambil menarik nafas dalam-dalam.
Reyna diam sambil menatap Abi yang tampak lesu sekali.
"Aku gak mau papa di penjara, tapi aku gak mau menikahi Mala Rey....," Abi mengerutkan kedua alisnya menatap Reyna.
"Tapi Bi, om Hendra mau kita harus membayar semua hutang papa dan sekarang uang kita tidak mencukupi untuk membayarnya Bi," kata Reyna.
"Besok aku akan coba nego om Hendra aku akan serahkan sebagian uang itu dulu padanya," ujar Abi.
__ADS_1
"Om Hendra gak akan mau Abi..., dia tetap mengincar kamu...."
Abi terdiam dan Reyna pun akhirnya harus mengambil keputusan yang sangat sulit untuknya.
Keputusan yang bisa mengubah keadaan ini menjadi lebih baik, yaitu dengan mengikhlaskan Abi menikahi Mala.
Reyna menarik nafas dalam-dalam lalu ia berkata pada Abi " Bi, aku ikhlas kalau kita sudah tidak menemukan jalan lagi, aku ikhlas kamu menikahi Mala," Reyna berusaha tegar mengatakan hal itu.
Dengan refleks Abi menoleh pada Reyna dan menatapnya lekat-lekat.
"Aku tidak salah dengar Rey...." kata Abi masih menatap Reyna dengan tajam.
"Tidak Bi, kamu tidak salah dengar aku hanya ingin membebaskan papa," ujarnya.
"Membebaskan papa dengan cara mengijinkan aku untuk menikahi Mala begitu!!" Abi mulai meradang.
Reyna diam dia tahu saat ini Abi lepas kontrol karena Reyna memaksakan sesuatu yang tidak Abi mau.
"Abi....dengarkan aku dulu..., aku akan selalu mencintai kamu dan aku akan selalu menjadi milikmu selamanya Abi," tutur Reyna sambil menatap mata Abian.
__ADS_1
Reyna berhenti sejenak dan menarik nafas dalam-dalam, lalu ia berkata lagi pada Abi " Meskipun nanti kamu harus menikahi Mala, aku akan tetap menunggu kamu dan mencintai kamu sampai kita bisa bersama lagi," Reyna meyakinkan Abi.
"Tapi Rey ...aku gak bisa ....,"bantah Abi sambil menggenggam erat tangan istrinya itu.