Dua Cinta Untuk Abian

Dua Cinta Untuk Abian
Bab. 28


__ADS_3

Abian dan Reyna keluar dari resto tempat mereka makan siang hari ini.


Reyna mulai masuk ke dalam mobil dan di ikuti juga oleh Abian yang duduk di samping Reyna di belakang kemudi.


Abian mulai menjalankan mobilnya melewati jalan raya menuju ke arah kantor mereka.


Selama dalam perjalanan Reyna diam saja seperti ada sesuatu yang menggelayuti pikirannya.


Sekilas Abian menoleh ke arah Reyna yang sedari tadi diam saja.


"Rey, kamu kenapa?" tanya Abian menoleh pada Reyna.


"Eh Bi, enggak aku....gak apa-apa," tutur Reyna agak gelagapan di tanya Abian begitu.


"Rey, kamu gak bisa menyembunyikan sesuatu dari aku, aku tahu sikapmu itu gak seperti biasanya Rey," Abian menatap Reyna seolah mencari tahu lewat mata Reyna.


"Bi, aku....kepikiran nanti malam mau ketemu sama orang tuamu," ucap Reyna terlihat gurat kekhawatiran di wajahnya.


"Sayang, kamu harus yakin papa dan mama akan merestui hubungan kita ya," Abian menggenggam tangan Reyna dengan tangan kirinya.

__ADS_1


Reyna menatap laki-laki yang ada di sampingnya itu dan ada sedikit rasa damai yang menyelimuti jiwanya melihat tatapan Abian.


Reyna menganggukkan kepalanya dengan perlahan sambil tersenyum pada Abian.


"Hai Bi, kamu makan siang di mana? kok aku gak ngeliat kamu di kantin?" tanya Mala penasaran ketika Abian sudah tiba di depan ruang kantornya.


Abian mengerutkan kedua alisnya mendengar pertanyaan dari Reyna yang seperti menyelediki.


"Memangnya kenapa Mala?" Abian balik tanya pada Reyna.


"Mmm ... enggak ada apa-apa sih, cuma tadi aku melihat pak Dewa mondar-mandir di depan ruang kantor Reyna," kata Mala sedikit lega karena menemukan alasan yang tepat.


Mala tersenyum tipis dia merasa kalau Abian sudah mulai cemburu pada pak Dewa.


Dan hal itu semakin di jadikan alat oleh Mala untuk merecoki hubungan Abian dan Reyna.


"Pak Dewa gak bilang nyarik Reyna sih tapi...menurutku sepertinya pak Dewa mau ketemu dengan Reyna tadi itu," Mala mulai meracuni Abian.


Abian kembali mengerutkan kedua alisnya seperti memikirkan sesuatu dan Mala menyunggingkan senyumnya merasa Abian sudah termakan omongannya barusan.

__ADS_1


Kemudian Abian melangkah masuk ke dalam ruang kantornya dan duduk di kursi kerjanya sambil menyandarkan kepalanya ke punggung kursi.


Matanya menatap langit-langit ruang kantornya sambil bermonolog.


"Masak iya Dewa mau deketin Reyna? tapi aku percaya pada Reyna, dia gak mungkin mau karena Reyna sudah punya aku dan aku juga gak akan rela kalau Dewa macam-macam.


Di dalam ruang kantornya tampak Reyna sedang gelisah sambil sesekali memperhatikan jam tangan nya.


Dan tepat jam lima sore ini waktunya untuk mengakhiri semua pekerjaan, kemudian Reyna membereskan meja kerjanya dan setelah itu dia beranjak dari tempat duduknya dan berjalan melangkah keluar dari ruang kantornya sambil tak lupa menenteng tas kerjanya.


Reyna melihat Abian yang sedang berjalan menuju ke arahnya berdiri.


Reyna mengembangkan senyumnya ketika Abian sudah tiba tepat di depannya.


"Yuk berangkat," ajak Abian pada Reyna semangat.


Kemudian keduanya pun berjalan bersama menuju ke luar gedung perkantoran mereka.


Tiba-tiba mata Abian tertuju pada Dewa yang berdiri sedang memperhatikan mereka berdua.

__ADS_1


"Ngapain sih Dewa itu menatap ke arah Reyna terus," batin Abian dalam hatinya sambil memperhatikan Dewa yang menatap ke arah Reyna yang sedang berjalan di sampingnya.


__ADS_2