
Setelah selesai ngobrol dengan Abi dan Reyna kemudian Bu Dewi memberi tahu Mala kalau Abi dan Reyna sudah setuju dengan permintaannya.
"Aduh Tante....makasih banget ya.... sebenarnya Mala gak enak pada Abi dan Reyna," ujar Mala di telpon.
"Gak apa-apa Mala, tadi Reyna juga ngebolehin Abi untuk jadi pacar bohongan kamu," ucap Bu Dewi.
"Iya Tante sekali lagi makasih ya Tante," kata Mala kegirangan.
"Iya sama-sama," ucap Bu Dewi sambil mengakhiri percakapannya di telpon dengan Mala.
Sementara itu Abi yang sedang mengantarkan Reyna pulang sedari tadi diam saja di dalam mobil dan Reyna merasa kalau Abi sedang marah dengan keputusan mamanya apalagi Reyna juga menyetujui keinginan mamanya tadi.
Reyna sendiri sebenarnya juga tidak mau kalau Abi jadi pacar bohongan nya Mala tapi bagaimana lagi karena Bu Dewi sudah punya hutang Budi pada Mala mau tidak mau Reyna juga harus menyetujui keinginan Bu Dewi,mamanya Abi itu.
Reyna menoleh pada Abi yang masih diam dan pandangan nya fokus ke arah depan.
"Bi," panggil Reyna sambil menatap Abi yang tidak menyadari kalau Reyna sedang memperhatikan dirinya.
__ADS_1
"Hmm," jawab Abi tanpa menoleh pada Reyna terlihat kalau dirinya sedang kesal.
"Abi...kamu kesal sama aku?" tanya Reyna menatap Abian.
"Gimana aku gak kesal, kamu malah menyetujui permintaan mama tadi," ujar Abi tetap fokus memandang ke depan.
"Bi...aku gak enak sama mama kamu, lagian ada benarnya juga kan ucapan mama mu kalau keluargamu itu berhutang budi pada Mala," ujar Reyna.
"Iya aku tahu, keluarga ku punya hutang budi pada Mala tapi kan....gak harus dengan cara begitu juga," ucap Abi sambil menoleh pada Mala dengan mengerutkan keningnya.
"Tapi Mala butuhnya seperti itu Bi, dia di ancam dan di teror sama Beno kan kasihan dia," ucap Reyna.
"Bi... kamu kan cuma pura-pura jadi pacarnya Mala sewaktu ada Beno saja kalau tidak ada Beno kan gak usah Bi," tukas Mala pada Abi.
"Iya aku tahu itu ...," ujar Abi menatap Reyna dengan wajah penuh kekesalan.
"Bi... aku tahu kamu gak nyaman dengan keadaan ini, tapi ini permintaan mama kamu dan aku percaya sama kamu Bi," ucap Reyna sambil menggenggam tangan Abian mencoba membuatnya tenang.
__ADS_1
Abi diam tidak berkomentar mendengar perkataan Reyna "Kenapa harus begini sih jadinya," ujar Abi bergumam sendiri.
Reyna ikut diam tidak berani berkata apa-apa lagi pada Abian, karena dia tahu kalau Abi sedang kesal saat ini.
Sejenak mereka berdua terdiam agak lama di dalam mobil Abi, lalu dengan perlahan Abi mulai menjalankan mobilnya lagi dan berjalan menyusuri jalan raya yang penuh lalu lalang kendaraan.
Dan tak berapa lama mobil Abian sudah memasuki halaman rumah Reyna dan Abi masih terdiam di tempatnya.
Reyna menoleh pada Abian dan berkata padanya "Bi, aku turun dulu ya ," ucap Reyna sebelum membuka pintu mobil Abian.
Abian menoleh pada Reyna sambil menganggukkan kepalanya perlahan.
Tapi tiba-tiba Abi memanggil Reyna yang sudah memegang gagang pintu mobil yang akan di bukanya itu "Rey," panggil Abi sambil memegang lengan Reyna.
"Iya Bi," jawab Reyna.
"Mulai besok pagi aku jemput kamu ke kantor dan begitu juga dengan pulang kantor kamu harus bareng aku," ujar Abi pada Reyna.
__ADS_1
"Iya Bi," jawab Reyna pasrah karena pikirnya saat ini dia harus menuruti apa kata Abi kalau tidak ingin membuatnya lebih kesal lagi.