Dua Cinta Untuk Abian

Dua Cinta Untuk Abian
Bab. 92


__ADS_3

"Aku akan coba telpon Yuda dulu ma," ujar pak Hendra papanya Mala setelah mendengar cerita dari Bu Vita perihal Beno yang mengancam Mala.


"Iya pa, lebih cepat lebih baik," ujar Bu Vita pada suaminya dengan antusias.


Kemudian pak Hendra mengambil handphonenya yang ia letakkan di atas meja tempat mereka berdua ngobrol malam ini.


"Halo Yuda, bagaimana kabarmu?" tanya pak Hendra setelah panggilan telepon darinya di terima oleh pak Yuda papanya Abian.


"Hendra ... tumben-tumbennya kamu telpon?" pak Yuda balik tanya pada pak Hendra papanya Mala.


"Mmm ... Iya, begini Yuda, aku rencananya mau berkunjung ke rumahmu bersama istriku ," ujar pak Hendra lagi.


"Oh silahkan Hendra , aku senang sekali kamu bisa berkunjung ke rumahku, kalau begitu aku tunggu kedatangan mu Hendra," ucap pak Yuda senang.


"Oke besok aku akan ke sana Yuda," ujar pak Hendra sambil mengakhiri percakapan mereka di telpon.

__ADS_1


Pak Yuda menoleh pada istrinya yang duduk di sebelahnya yang sedang asyik menonton acara televisi " Ma," panggil pak Yuda pada Bu Dewi.


"Hmm," jawab Bu Dewi sambil masih fokus melihat televisi.


"Hendra tadi telepon aku, katanya besok dia mau main ke sini sama istrinya," ujar pak Yuda pada Bu Dewi.


Bu Dewi mengalihkan perhatiannya dari televisi dan menoleh pada pak Yuda yang ada di sebelahnya " Tumben pa, mereka mau kesini?" tanya Bu Dewi sambil mengerutkan keningnya menatap pak Yuda.


"Tadi pas aku tanya Hendra bilangnya cuma mau main-main aja katanya ma," ujar pak Yuda lagi.


"Sesuatu apa ma?" tanya pak Yuda pada istrinya itu.


"Aku juga gak tahu pa, atau... jangan-jangan Hendra mau menagih uang yang dulu pernah dia berikan pada papa untuk membantu usaha papa sewaktu mengalami kebangkrutan itu pa?" ucap Bu Dewi dengan raut muka yang terlihat panik.


"Ah gak mungkin ma, dulu Hendra bilang dia membantuku dengan tulus dan tidak mengharap uang bantuan itu untuk dikembalikan lagi padanya," kata pak Yuda meyakinkan Bu Dewi.

__ADS_1


"Ya...siapa tahu pa, namanya juga kita gak tahu kebutuhan dia, barangkali Hendra sekarang lagi butuh uang makanya dia mau menemui papa untuk membicarakan soal itu," ucap Bu Dewi.


"Mmm ... mungkin juga ya ma," timpal pak Yuda dengan wajah yang tiba-tiba berubah jadi sedih.


"Pa, kalau misalkan Hendra benar-benar menagih uang yang dulu pernah di berikan dia untuk membantu usaha papa bagaimana?" tanya Bu Dewi panik.


"Iya ya ma, aku gak punya uang sebanyak itu ma kalau misalkan Hendra menagihnya," ujar pak Yuda dengan cemas juga.


"Uang apa pa!?" tiba-tiba Abian nyeletuk sambil berjalan mendekati ke arah papa dan mamanya yang sedang duduk-duduk di ruang tengah tersebut.


"Abi! kamu sudah datang?" pekik Bu Dewi melihat Abian yang berjalan menuju ke arahnya.


"Iya ma," jawab Abian yang kemudian duduk di sofa di hadapan papa dan mama nya .


"Bagiamana dinner nya tadi?" tanya Bu Dewi lagi seolah ingin mengalihkan pertanyaan Abi soal uang tadi yang masih belum di jawab oleh papa dan mamanya.

__ADS_1


"Mmm ... Reyna senang ma," jawab Abi sambil tersenyum menatap Bu Dewi.


__ADS_2