Dua Cinta Untuk Abian

Dua Cinta Untuk Abian
Bab. 51


__ADS_3

"Ayo Rey, kita berangkat sekarang," ajak Mala pada Reyna yang sudah bersiap-siap berangkat.


"Ya," jawab Reyna.


Dan kemudian mereka pun berjalan menyusuri koridor ruangan demi ruangan.


"Kita langsung ke basemen ya, soalnya pak Dewa menunggu kita di sana," kata Mala pada Reyna.


"Oke," ujar Reyna sambil mempercepat langkahnya di ikuti Mala juga.


Tak berselang lama akhirnya Reyna dan Mala tiba juga di basemen, Dewa yang melihat Reyna dan Mala sudah menunggu di depan dengan segera menjalankan mobilnya ke arah mereka.


"Kamu di depan aja Rey," ucap Mala pada Reyna ketika mobil Dewa sudah ada di depan mereka.


"Mmm ... enggak Mala, aku duduk belakang saja," tolak Reyna sambil tersenyum pada Mala.


"Hmm... oke dah kalau begitu," kemudian Mala membuka pintu mobil bagian depan dan masuk duduk di samping Dewa yang duduk di belakang kemudi.


Begitu juga dengan Reyna, dia pun membuka pintu mobil bagian tengah dan kemudian duduk di sana.


Dewa melihat ke belakang ke arah Reyna dari kaca spion mobil yang tergantung di atas kepalanya.


Reyna tahu kalau Dewa sedang memperhatikan dirinya tapi dia tetap berusaha untuk tenang.

__ADS_1


"Oke kita jalan ya," ucap Dewa sambil terus melihat ke spion ke arah Reyna.


"Ayo pak.... jalan!" pekik Mala yang tahu kelakuan Dewa mencuri-curi pandang pada Reyna.


Dewa pun segera mengemudikan mobil nya melaju dengan kencang menuju ke arah rumah sakit tempat papanya Abian di rawat.


Dan tak berapa lama kemudian mobil Dewa pun telah memasuki halaman rumah sakit Dr. Soebandi.


Lalu Dewa memarkir mobilnya dan setelah itu mereka bertiga pun keluar dari mobil dan bergegas berjalan masuk ke dalam rumah sakit.


Tak lama kemudian ketiganya pun tiba di kamar aster nomer 2 tempat pak Yuda di rawat.


Dewa menelpon Abian dan mengatakan kalau dirinya, Mala dan Reyna sudah ada di depan kamar papanya.


"Sudah datang mereka?" tanya Bu Dewi.


"Iya ma, ini Abian akan bawa Mala ke dokter untuk segera di proses donor darahnya untuk papa."


"Iya segera kamu temui mereka," suruh Bu Dewi pada Abian.


Lalu Abian melangkah keluar dari kamar papanya dan menemui Dewa yang masih berada di luar kamar pak Yuda.


"Thanks ya Dewa kamu sudah bantuin mencarikan pendonor buat papa aku," ucap Abian setelah ketemu Dewa.

__ADS_1


"Ya sama-sama," ucap Dewa.


"Mmm ... thanks juga ya Mala karena kamu juga sudah mau mendonorkan darah kamu buat papa aku," ucap Abian pada Mala.


"Iya Bi," ujar Mala dengan bangga.


"Rey, kamu juga ikut?" pandangan Abian beralih pada Reyna yang ada di samping Mala.


"Iya Bi, aku turut prihatin atas apa yang menimpa papa kamu," ucap Reyna pada Abian.


"Makasih Rey, doakan ya mudah-mudahan papa baik-baik saja," kata Abian sambil menatap Reyna.


"Pasti aku akan doakan papa kamu," ujar Reyna sambil mengulas senyumnya yang selalu tampak manis di mata seorang Abian.


"Makasih Rey," ucap Abi lirih.


Abian melihat dokter yang menangani papanya sedang berjalan mau masuk ke kamar papanya.


"Dokter!" panggil Abian pada dokter itu.


"Ya," jawab dokter sambil menoleh pada Abian.


"Saya sudah menemukan pendonor untuk papa saya dok," ucap Abian.

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu saya akan lakukan pengecekan dulu terhadap orangnya sebelum transfusi di lakukan," ucap dokter itu.


__ADS_2