Dua Cinta Untuk Abian

Dua Cinta Untuk Abian
Bab. 38


__ADS_3

Pagi ini Reyna harus berangkat lebih awal karena Pak Dewa mengajaknya untuk meeting di jam lebih awal.


Sementara Mala juga mengawali berangkat ke kantornya pagi ini karena dia mau mampir ke rumah Abian dulu untuk sekedar mengantarkan puding buatannya pada Bu Dewi, mama nya Abian.


Setelah menyelesaikan sarapan nya kemudian Reyna beranjak dari meja makan dan meraih tas kerjanya yang berwarna cokelat itu.


"Bik, aku jalan dulu ya," ucap Reyna pada bibik yang sedang membereskan meja makan.


"Mas Abi apa sudah datang non?" tanya bibik dengan heran melihat Reyna seperti terburu-buru.


"Belum Bik, aku naik taxi aja soalnya sudah di tunggu pak Dewa mau meeting pagi ini," ujar Reyna sambil bergegas berjalan menuju keluar rumahnya.


"Iya non," ucap bibik sambil memperhatikan Reyna yang setengah berlari menuju ke luar rumah.


Di depan rumah Reyna sudah terlihat sebuah taxi yang menunggunya sedari tadi.


Kemudian Reyna segera berjalan menuju ke taxi tersebut dan masuk ke dalam dan tak lama kemudian taxi itupun melaju meninggalkan rumah Reyna.


Didalam taxi, Reyna baru tersadar kalau dirinya belum memberitahu Abian soal dia yang berangkat lebih awal ke kantor.

__ADS_1


"Oh ya, aku telpon Abi dulu," ucap Reyna sambil mengambil gawai pipih capuccino miliknya itu dari dalam tasnya.


Kemudian Reyna memencet nomer Abian, dan beberapa saat kemudian telpon itu pun sudah di angkat oleh Abian.


"Iya sayang," sapa Abian dengan mesranya pada sang kekasih.


"Bi, aku minta maaf ya," kata Reyna di telpon.


Abian mengerutkan keningnya mendengarkan perkataan Reyna barusan, lalu dengan terheran-heran Abi bertanya pada Reyna.


"Minta maaf untuk apa?" tanya Abian pada Reyna.


"Mmm ... begini Bi, Pak Dewa tadi menelpon ku katanya aku harus berangkat lebih awal soalnya akan di adakan meeting pagi ini, jadi.... aku tidak menunggu kamu jemput Bi," tutur Reyna yang masih berada di dalam taxi.


"Aku juga gak tahu Bi, kenapa mendadak banget pak Dewa," jawab Reyna dari seberang.


"Hmm ... terus kamu naik apa Rey?" tanya Abian lebih lanjut.


"Aku naik taxi dan ini masih dalam perjalanan menuju ke kantor."

__ADS_1


"Ya udah, kamu hati-hati di jalan ya, i love you," Abian mengucapkan nya dengan penuh perasaan sampai membuat aliran darah Reyna menghangat.


"Iya Bi, i love you too," balas Reyna dengan suara lirih dan hati yang berbunga-bunga.


Tiba-tiba taxi yang ditumpangi Reyna sudah tiba di pelataran gedung perkantoran nya.


Lalu dengan bergegas Reyna keluar dari taxi dan berjalan masuk ke dalam gedung perkantoran nya.


Sementara itu Mala yang sudah tiba di rumah Abian kemudian memarkir mobilnya di halaman rumah Abian.


Mala mematikan mesin mobilnya dan sambil tersenyum dia menoleh pada puding buatannya yang di letakkan di kursi samping tempatnya menyetir tadi.


"Hmm ... pasti Bu Dewi senang dengan puding hasil karyaku ini," ujar Mala sambil meraih puding itu dan membawanya keluar dari dalam mobilnya.


Lalu dengan langkah percaya diri Mala mulai menuju ke pintu depan rumah Abian.


Mala mulai memencet bel rumah Abian dan tak berapa lama keluar wanita paruh baya, itu adalah bibik asisten rumah tangga Abian.


"Iya non, mau cari siapa ya?" tanya bibi itu pada Mala.

__ADS_1


"Bu Dewi ada Bik?" Mala balik tanya pada bibik itu.


"Oh ada, silahkan masuk non bibik akan beritahu Bu Dewi dulu ya," ucap bibik sambil masuk kembali ke dalam rumah setelah menyuruh Mala masuk.


__ADS_2