Dua Cinta Untuk Abian

Dua Cinta Untuk Abian
Bab. 40


__ADS_3

Pak Yuda melihat pada puding itu dan tersenyum pada Mala tanpa berkomentar apa-apa.


Mala mendekati pak Yuda dan menyalami tangan pak Yuda.


Abian melihat dengan heran pada Mala yang tiba-tiba datang sepagi ini sambil membawa puding buatannya itu.


Abian merasa Mala sudah menjadikan kesempatan karena mamanya sangat menyukainya karena kesamaan dari hobi mereka.


"Bi," sapa Mala pada Abian yang diam saja sedari tadi.


"Oh ya," ucap Abian kaget dan tersenyum tipis pada Mala.


"Bi, cantik kan puding buatan Mala ini?" tanya Bu Dewi antusias pada Abian.


Abian menoleh pada puding yang ada di atas meja dan menganggukkan kepalanya tanpa mengeluarkan komentar apapun.


"Ayo Mala duduk, kita sarapan dulu," ucap Bu Dewi pada Mala.


Kemudian Mala menyeret kursi yang ada di samping Abian dan duduk sejajar dengan Abian.

__ADS_1


"Ayo Mala jangan malu-malu pilih saja menu yang kamu suka," kata Bu Dewi lagi.


"Iya Tante," jawab Mala agak sungkan lalu Mala mengambil piring yang sudah di siapkan di meja makan dan setelah itu Mala mencentong nasi dan mengambil lauk nya.


Kemudian Mala mulai menyantap sarapan itu begitu juga dengan yang lainnya.


Abian yang selesai duluan kemudian menyudahi sarapan nya.


"Ma, Abian berangkat dulu ya," ucap Abian pada mamanya.


"Loh kok berangkat dulu, kamu ini gimana sih Bi, bareng sama Mala aja berangkatnya," tegur Bu Dewi pada Abian.


"Mala kan biasanya bawa mobil sendiri ma," timpal Abian.


"Iya meskipun Mala bawa mobil sendiri, kan bisa kamu barengan nanti jalannya sama Mala, masak kamu gak kasihan sama Mala dia sudah bela-belain kesini pagi-pagi sambil bawa puding buatannya, terus kamu tinggalin begitu saja," tutur Bu Dewi sedikit kesal karena sikap Abian.


Abian mendengus dengan kesal mendengar celoteh mamanya, lalu dengan perlahan Abian duduk kembali ke kursinya.


"Gak apa-apa Tante, saya bisa berangkat sendiri, mungkin Abian ada keperluan di kantor Tante," ujar Mala sambil tersenyum pada Bu Dewi berusaha menarik perhatian mamanya Abian tersebut.

__ADS_1


"Iya ma, benar kata Mala mungkin Abian ada keperluan yang harus segera di kerjakan jadi dia harus berangkat lebih awal," ucap pak Yuda ikut nimbrung pembicaraan mereka.


"Hmm ... untung aja Mala baik orangnya dan gak gampang tersinggung," kata Bu Dewi agak kesal.


Abian merasa lega karena mendapat pembelaan dari papanya dan untungnya Mala juga tidak memaksa dirinya untuk berangkat kerja bareng dengan nya.


Tapi Abian sedikit ragu dengan sikap Mala, Abian merasa Mala sedang merencanakan sesuatu karena sebenarnya Mala tahu kalau dirinya sudah punya Reyna.


"Kalau begitu aku berangkat dulu ya ma, pa," pamit Abian pada orang tuanya.


"Iya Bi," jawab pak Yuda.


Sedangkan Bu Dewi hanya melihat pada Abian.


"Sorry ya Mala, aku tinggal duluan," kata Abian berbasa-basi sekedar membuat mamanya tidak kesal.


"Oke Bi, hati-hati di jalan," ucap Mala dengan memberikan senyuman pada Abian.


Lalu Abian meninggalkan meja makan melangkah menuju keluar rumah dan berjalan ke arah garasi mobil.

__ADS_1


Setiba di garasi Abian kemudian langsung masuk ke dalam mobilnya dan sejenak Abian berpikir di dalam mobil, kenapa Mala sering sekali ke rumahnya akhir-akhir ini.


__ADS_2